Kabarnusantaranews;- Upaya menunjukan eksistensinya sebagai mitra strategis Pemda dengan mendukung program kerja Pemerintah dalam meningkatkan pendapatan Negara baik tingkat pusat maupun daerah. Bank Sulselbar mengembangkan sistem Teknologi Informasi untuk peningkatan pelayanan produk dan jasa bagi Pemerintah, masyarakat maupun nasabah.

Selaku Direktur Utama H. Andi Muhammad Rahmat mengatakan bahwa Bank Sulselbar telah setahun meluncurkan aplikasi Mobile Banking untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam bertransaksi bagi Pemda maupun Nasabah.

“Sebelumnya transaksi produk dan jasa Bank Sulselbar dilakukan secara konvesional, dengan datang langsung ke kantor atau melalui mesin ATM, namun sekarang transaksi tersebut dapat dilakukan dimanapun melalui handphone dengan menggunakan aplikasi mobile banking tanpa perlu repot-repot lagi datang kekantor atau ke mesin Atm,” ucap Andi Rahmat.

Lebih lanjut, Andi Rahmat menuturkan seluruh transaksi produk dan jasa Bank Sulselbar dapat dengan mudah dilakukan melalui aplikasi mobile bangking seperti pengecekan saldo/mutasi rekening, transfer, pembayaran rekening/token listrik (PLN), air (PDAM), pembelian pulsa handphone, pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) sampai pembayaran pajak kendaraan bermotor.

“Untuk pembayaran PBB dan Pajak Kendaraan Bermotor telah kami lakukan kerjasama dengan Dinas Pemda terkait dengan membangun sistem pembayaran dan keuangan yang terintegrasi antara sistem teknologi informasi Bank Sulselbar dengan sistem keuangan masing-masing Dinas terkait, dengan harapan dapat membantu Pemda dalam mengoptimalkan pungutan pajak masyarakat untuk peningkatan pendapatan daerah,” jelas Andi Rahmat.

Menurutnya inovasi sistem teknologi informasi PT. Bank Sulselbar juga di integrasikan pada beberapa program Pemerintah Daerah yang telah dikerjasamakan dengan Bank Sulselbar seperti misalnya Program Transaksi Non Tunai (Sistem Pembayaran).

Program Optimalisasi Penerimaan Daerah (Sistem Penerimaan), Program Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (eSamsat Lokal Sulselbar), Hospital Billing (sistem pembayaran/keuangan RS Daerah), Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sampai sistem transaksi penerimaan pembayaran PDAM melalui PT. Bank Sulselbar.

Selain itu, Andi Rahmat juga menyampaikan kerjasama terkait pengelolaan sistem pembayaran/keuangan berbasis teknologi informasi tidak hanya dilakukan dengan Pemerintah Daerah tapi juga dengan Pemerintah Pusat.

“Bukan hanya pemerintah daerah, pemerintah pusat juga seperti Modul/Form Penerimaan Pajak Negara (Versi 3.0), Interkoneksi Data Dukcapil, Penyaluran Dana Bantuan Operasional Sekolah (SiBOS), Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) terkait pembiayaan rumah subsidi, Sistem Pembayaran Samsat OnLine Nasional (Polri,Sulsel & Sulbar), SIKP (Sistem Informasi Kredit Program) dan SPRINT (Sistem Pengelolaan Rekening Terintegrasi) oleh Kementerian Keuangan,” beber Andi Rahmat.

Tidak hanya itu, Bank Sulselbar juga tidak tanggung-tanggung untuk melakukan kerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait optimalisasi pendapatan daerah dengan mendorong peningkatan pembayaran pajak penghasilan dari pihak-pihak terkait seperti hotel, restoran/rumah makan, toko/mall perbelanjaan maupun fasilitas masyarakat lainnya yang tercatat sebagai wajib pajak.

Program Optimalisasi Pendapatan Daerah yang disupervisi langsung oleh Tim Korsupga KPK untuk di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat telah berjalan di 29 Kabupaten/Kota dengan Jumlah pemasangan alat yang terpasang adalah sebesar 1.520 Unit Alat Rekam dari target 2000 alat yang terpasang nantinya sampai dengan Desember 2019.

Atas beberapa inovasi di bidang teknologi informasi yang telah di lakukan, Bank Sulselbar telah memperoleh beberapa penghargaan seperti peringkat 2nd The Best Transaction Growth as Issuer Bank Dari INFOBANK 2018, Top IT On Mobile Integrated Solution FOr Bank Service 2018, TOP Leader On IT Leadership 2018 dan Top IT & TELCO 2018.

Selain penghargaan tersebut Bank Sulselbar juga telah menerima pengargaan sebagai The Best Performance Bank kategori Bank Pembangunan Daerah (BPD) dalam acara Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) pada 20 September 2019 di Jakarta lalu.

Inovasi Sistem Teknologi Informasi yang telah dilakukan Bank Sulselbar membawa pengaruh yang signifkan terhadap peningkatan pendapatan Bank. Juga memperoleh keuntungan dari sisi fee base income yaitu pendapatan diluar pendapatan bunga kredit tercatat pertumbuhan fee base income Bank Sulselbar bertumbuh sebesar Rp.27.449.231.916,94 atau naik 20,25% poisis agustus 2019 dengan perbandingan yaitu fee base income pada agustus 2018 sebesar Rp.135.523.197.045,01 dan agustus 2019 naik menjadi Rp.162.972.428.961,95.

Tidak hanya dengan Pemerintah, pihak Bank Sulselbar juga melakukan kerjasama dengan beberapa BUMN maupun instansi swasta diantaranya Bank Mandiri (Co Branding eMoney), Grup Telkom Indonesia, OVO dengan Bank NOB (Uang Elektronik/Dompet Digital), Kerjasama dengan beberapa Market Place (Elevania,Tokopedia, Bukalapak) dan Grup Garuda serta Grup Lion (pembayaran Tiketing).

Andi Rahmat beharap dengan kerjasama yang telah dibangun selama ini dengan pihak Pemda semoga kerjasama dibidang teknologi informasi dapat terus ditingkatkan dan lebih inovatif lagi.

“Pengembangan sistem laporan keuangan Pemda yang terintegrasi dengan sistem virtual bangking bank sehingga memudahkan Pemda dalam membuat laporan keuangan serta mengawasi penggunaan atau alur kas dana/anggaran yang tersimpan pada PT. Bank Sulselbar,” tutup Andi Rahmat. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here