Kabarnusantaranews,Jakarta;– Kementerian Investasi kian menunjukkan kiprahnya demi meningkatkan investasi di Indonesia. Baru-baru ini, Kementerian Investasi mengajak Titah Law Firm (TLF) berkolaborasi untuk meningkatkan daya saing investasi.

Staf Khusus Menteri Investasi, Eka Sastra mengatakan, TLF dilibatkan sebagai tim hukum yang akan mengawal upaya menaikkan daya saing investasi Indonesia di mata dunia.

“Target kami adalah bagaimana menaikkan daya saing investasi. Untuk itu, kami mesti memetakan dulu apa saja yang selama ini menjadi hambatan investasi, kemudian membuat satu paltform kerja bersama dengan kementerian lain, serta konsultan internasional. Kami pun mengajak TLF,” kata Eka Sastra, Jumat (28/5) di Jakarta.

Selain TLF, kementerian yang dipimpin Bahlil Lahadalia itu juga melibatkan konsultan internasional yakni Deloitte.

Targetnya adalah kian tingginya arus investasi ke Indonesia akan diikuti oleh membaiknya daya saing investasi sehingga Indonesia selalu menjadi pilihan investor global.

Bagi Kementerian Investasi, membaiknya indikator daya saing investasi adalah sesuatu yang sangat penting. Indikator yang dikeluarkan World Bank (Bank Dunia) ini menjadi rujukan bagi pelaku bisnis internasional untuk investasi di satu negara. Ini juga menunjukkan seberapa aman dan sehat investasi di satu negara.

Di tempat terpisah, Managing Director TLF, Azrijal, menilai penunjukkan ini adalah satu kehormatan. Baginya, penunjukkan itu kian menunjukkan kuatnya branding dan kiprah TLF sebagai salah satu firma hukum yang terpercaya.

“Kami melihat ini sebagai satu opportunity untuk menunjukkan kiprah kami. Apalagi, kami punya SDM yang memadai untuk melaksanakan kerja bersama Kementerian Investasi dan konsultan internasional,” kata Azrijal di kantor TLF yang berlokasi di Prosperity Tower, kawasan SCBD, Jakarta.

Langkah awal untuk merealisasikan kolaborasi itu, TLF akan menyiapkan dua advokat-nya untuk menjadi bagian dari tim kerja bersama.

Nantinya, tim ini akan memberikan masukan akademis, serta rekomendasi praktis yang bisa mendorong adanya kerja sama antar lembaga demi menaikkan daya saing investasi.

“Saya rasa kita sama tahu ada banyak firma hukum di Indonesia. Bisa dipilih satu kementerian penting di kabinet Jokowi adalah satu kehormatan, sekaligus tantangan. Kami akan bekerja keras untuk menjaga amanah ini,” kata Azrijal.

Selain bekerja sama dengan Kementerian Investasi, TLF juga dipercaya Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) sebagai official partner yang memberikan masukan hukum bagi pengusaha di lingkup HIPMI.

Bahkan TLF disediakan ruangan di sekretariat HIPMI yang digunakan untuk membuka konsultasi serta coaching clinic bagi pengusaha yang ingin berdiskusi mengenai hukum bisnis. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here