Kabarnusantaranews,Makassar;– Penulis buku Islam Pancasila, Tri Alvian Machwana, salah satu kandidat Ketua Umum PB HMI di Kongres XXXI. Dikenal sebagai sosok dengan jargon HMI SUPREMASI, siap bertarung di momen Kongres kali ini yang berlangsung di Surabaya sejak 17 Maret hingga hari ini.

Kandidat yang juga sebagai mahasiswa program Magister Hukum Universitas Indonesia ini, mengungkapkan bahwa keinginannya untuk maju, semata-mata untuk menebar nilai-nilai Keislaman dan Keindonesiaan melalui dakwah-dakwah progresif, dalam arti berkelanjutan hingga ke akar rumput supaya masalah keumatan bisa diretas hingga ke masalah yang paling mendasar.

Gagasan yang diselipkan dalam karyanya merupakan analisis dan keresahannya dalam merasakan fenomena umat Islam di Indonesia. Keresahan pada Islamisme yang berkembang di Indonesia hanya dijadikan jubah agama untuk tujuan politik pragmatis dan cenderung menggaungkan nilai-nilai konservatif.

Dalam gagasannya, Islam Pancasila mesti digaungkan untuk menegakkan tujuan politik islami yang madani; mewujudkan masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah Swt.

Pesan yang disampaikan dalam karyanya adalah Islam Pancasila bukanlah proklamasi atas Mazhab baru dalam Islam, bukan pula Islamisasi terhadap Pancasila, melainkan penemuan kembali atas konsepsi dan eksepsi Keislaman dalam konteks Keindonesiaan.

Mengingat pesan Bung Karno, “Berislamlah tanpa menjadi kearab-araban.” Disisi lain, kita juga mesti mengedepankan nilai Pancasila dan nilai Tauhid yang berkeadilan sosial.

Singkatnya, Islam Pancasila merupakan kolaborasi antara jiwa akhlak Rasulullah Saw dengan jubah batik Keindonesiaan.

Sejalan dengan visi misi yang diemban oleh Tri Alvian, HMI sebagai organisasi kemahasiswaan patut berada di garda terdepan dalam menyuarakan Islam Pancasila sebagai upaya sinergitas Keislaman dan Keindonesiaan.

“HMI memiliki tanggung jawab untuk berperan aktif dalam mewujudkan kesejahteraan bangsa dan bersikap dalam melihat problematika kebangsaan. Hal ini sebagaimana tertuang dalam tujuan HMI. Sehingga menjaga ekuilibrium umat Islam dan bangsa Indonesia guna mencapai cita-cita kesejahteraan yang adil makmur,” tegas Tri Alvian.

Sebagai Alumni Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, dia berharap dengan berlangsungnya Kongres di Surabaya, menjadi momentum yang sangat bermakna untuk mengkonsolidasikan seluruh pikiran dan gagasan-gagasan demi kemajuan umat dan bangsa. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here