Kabarnusantaranews,Makassar ;– Bahas ancaman generasi abad 21 terhadap paham radikal. Bidang Penanggulangan Terorisme dan Radikalisme Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulsel menyelenggarakan Diskusi Publik Nasional dengan menghadirkan sejumlah pakar via aplikasi zoom, Jumat (15/5/2020).

Diantaranya, Ketua Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme Sulsel, Dr Muammar Bakri, Direktur Moderate Muslim Society, Zuhairi Misrawi dan Sosiolog Dr Muh Ashar.

Diskusi yang diselenggarakan bidang penanggulangan terorisme dan radikalisme KNPI Sulsel ini, dimana Ketua Bidangnya yaitu Aeman Adnan dan dipandu langsung Sopian Thamrin yang juga Dosen UNM ini dihadiri peserta dari sejumlah wilayah di Indonesia,

Direktur Moderate Muslim Society, Zuhairi Misrawi menjelaskan, radikalisasi kaum milenial itu dipengaruhi banyak faktor yang menjadi titik problematika. Diantaranya, ideologi yang dibangun itu berupaya untuk membenturkan Islam dan Barat.

“Sehingga terjadi benturan peradaban, benturan fundemantalisme, hal inilah yang memunculkan ekstrimisme baru. Ini adalah reaksi dari aksi yang muncul di barat,” paparnya.

Olehnya itu, ia berharap untuk mencegah generasi milenial dari paparan paham radikal ini diperlukan adanya penguatan ideologi.

“Jalan keluar dari problematika radikal ini yaitu deradikalisasi terhadap mereka yang mempunyai ideologi yang identik dengan aliran terorisme, serta terpenting dilakukan radikalisasi pancasila terhadap seluruh lapisan masyarakat sehingga tidak mudah diinfiltrasi oleh paham-paham radikal,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme Sulawesi Selatan, Dr Muammar Bakri mengaku kedepan akan memperkuat upaya pencegehan paham radikal di Sulsel, termasuk dengan menggandeng Bidang Penanggulangan Terorisme dan Radikalisme KNPI Sulsel.

“Kedepan kita perlu bersinergi untuk penanganan gerakan radikalisme agar pemuda tidak terpapar paham ini. Apalagi Sulsel ini pernah zona merah gerakan seperti ini. Sulsel ini adalah daerah transit, semua yang akan hijrah . Di Makassar ada lokasi transit yang akan melakukan aksi tersebut. Namun,

pergerakan saat ini lebih banyak di media,” ungkapnya.

Ketua KNPI Sulsel, Nurkanita Kahfi, berharap agar terselenggaranya kegiatan yang seperti ini dapat mencegah penyebaran paham radikal.

“Utamanya dikalangan pemuda saat ini, sebagai generasi masa depan, kami berharap agar dapat bersinergi dengan lembaga pencegahan terorisme sulsel dalam upaya pencegahan paham tersebut ditengah pemuda saat ini, agar terhindar dari paham-paham radikal,” tambahnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here