Kabarnusantaranews,Jakarta– Aksi terorisme kembali terjadi, kali ini di Desa Lembontongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Para pelaku diduga merupakan jaringan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Peristiwa tersebut menewaskan 4 orang warga dan membakar 1 rumah ibadah umat Nasrani serta 6 rumah warga.

Ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) periode 2018-2020, Firman Kurniawan Said, mempertanyakan peran Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) atas peristiwa tersebut.

Firman mengungkapkan bahwa jika peran BNPT dapat dimaksimalkan maka peristiwa terorisme dapat dicegah dan tidak akan terjadi.

“Sebagai lembaga yang berfungsi untuk menangkal aksi terorisme maka harusnya BNPT, bisa mendeteksi peristiwa semacam ini. Peristiwa ini menunjukkan bahwa BNPT gagal dalam melaksanakan tugasnya,” tegas dia.

Firman juga mempertanyakan kinerja BNPT dibawah kepemimpinan Komjen. Pol. Boy Rafli Amar yang baru dilantik pada 1 Mei 2020.

Dia mengaku belum melihat peran yang berarti dari Kepala BNPT yang baru tersebut.

“Saya mempertanyakan kinerja Kepala BNPT yang baru. Apa yang telah dilakukan? Hingga saat ini saya melihat belum ada yang berarti,” ucap putra daerah Sulteng tersebut. (rls/tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here