Kabar Nusantara News;- Sejumlah Organisasi Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi GERAK INTERNASIONAL WOMENS DAY (IWD) SULSEL menggelar aksi unjuk rasa di DPRD Provinsi Sulsel.

Makassar (08/03/2019)

Aksi yang di gelar pada Jumat 8 Februari pukul 10.00 wita tersebut tidak lain untuk menuntut agar di sahkannya RUU PKS karna di nilai Progres dalam menyelesaikan ketimpangan hukum khusus dalam penyelesaian kasus kekerasan seksual.

Abit, selaku Jendral lapangan kami menilai bahwa kekerasan seksual adalah merupakan suatu bentuk kekerasan terhadap perempuan berbasis Gender

“Ya sebagaimana yang sudah tertuang dalam deklarasi Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) tahun 1993 tentang penghapusan kekerasan terhadap perempuan. Deklarasi ini menjadi bagian tidak terpisahkan dari konvensi penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan (CEDAW) yang telah diratifikasi oleh pemerintah Indonesia melalu UU No 7 tahun 1984”.Kata Jendral Lapangan Saat Berorasi.

Di ketahui pada tahun 2017 jumlah kasus yang di laporkan meningkat 74 % dari tahun 2016.

Dalam aksi ini ada beberapa poin yang menjadi tuntutannya

1. Sangkaan RUU PKS

2. Hapus Kekerasan Seksual dalam dunia pendidikan

3. STOP kekerasan berbasis orientasi seksual identitas dan expresi Gender.

4. Wujudkan Pendidikan yang berperspektif Gender.

5. Cabut UU pendidikan tinggi no 12 tahun 2012.

6. Cabu PP 78 tahun 2015.

7. Stop reprifitas gerakan rakyat.

8. Tarik Militer dari Nduga Papua.

9. Laksanakan reformasi agraria sejati.

10. Bangun Politik Alternatif

11. Tolak Dwi Fungsi TNI

12. Hapuskan alokasi ruang tambang pasir laut dalam.

Aksi ini tidak terlepas dari gabungan beberapa Organisasi seperti (FMK, Fosis, BEM Fai UMI,SRIKANDI UKPM, KSM, KOMUNAL, PMII R FAI UIM, SP ANGIN MIRI,CGMT, PEMBEBASAN, FPPI, SMI, FOTMAT, FOKMAD, GSBN, HIMASOS UNM, AMP dan HMPS).(Ir/Sf)

Irfan Darmawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here