Kabarnusataranews,Makassar– Ratusan massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badan Kordinasi (Badko) Sulawesi Selatan, kembali menggelar aksi Demostrasi di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.

Aksi yang dipimpin Abdul Hakam yang juga Jendral Lapangan (Jenlap) meminta penjelasan kepada Gubernur Sulsel, yang diketahui bererapa hari yang lalu menerima massa Buruh di depan kantor Gubernur, Selasa (13/10).

“Kehadiran kami di kantor Gubernur Sulsel, untuk meminta kepada bapak untuk memberikan kami pemahaman sesuai yang beliau sebelumnya mengakatakan kepada peserta aksi, banyak yang belum paham dengan UU Cipta Kerja,” cetus Hakam panggilan akrabnya.

Bukan hanya itu aksi yang kedua kalinya dilakukan, mempertanyakan penetapan Pepres yang juga di sahkan bersamaan dengan penetapan UU Umnibus Law.

“Kami juga ingin menanyakan terkait adanya penetapan Perpres No 99 tahun 2020, yang juga di tetapkan bersamaan dengan UU Cipta Kerja.

Namun faktanya beliau malu untuk bertemu dengan kami,” tuturnya.

Bukan hanya kantor Gubernur, massa HMI kembali mendatangi kantor DPRD meminta penjelasan anggota Dewan terkait UU Cipta Kerja tersebut.

“Setelah aksi ini kami akan menuju titik aksi selanjutnya yakni kantor DPRD sulsel dan meminta kepada seluruh anggota DRPD sulsel untuk menyatakan secara kelembagaan menolak pengesahan UU Cipta Kerja,” tutupnya.

Diketahui massa aksi HMI sempat diterima kepala Dinas Ketenagakerjaan, untuk memberikan pandangan terkait aksi yang dilakukan, tetapi massa aksi menolak karena harus Gubernur yang memberikan penjelasan.(Ar/tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here