Kabarnusantaranews,Jakarta;– Direktur Eksekutif Institut Energi Pertambangan dan Industri Strategis (INPIS) Dr.Lukman Malanuang angkat bicara soal pengelolahan Pertambangan Minerba di Indonesia, Lukman di temui langsung media kemarin, Rabu (6/1/2020) di Kantor KAHMI Centre Jakarta.

Menurut Dr. Lukman, kita ketahui bahwa UU cipta kerja dan UU tentang mineral dan batu bara itu sudah memasuki era baru dan paradigma baru, dimana semua kewenangan itu sudah di tarik ke pusat.

Lukman melihat bahwa pertambangan ini di tarik ke pusat, tentu kompleksitasnya masalah sangat tinggi, terkait indsustri pertambangan kita saat ini, apalagi dengan kebaruan terkait, maka pertambangan bukan lagi dikelolah Secara manual oleh manusia.

“Saya kira kedepan harus bertransformasi di era digital dengan menggunakan artivisial intelejen tindakan blok c, untuk mengurangi kompleksitas masalah pertambangan di Indonesia,” ujar Dr.Lukman yang juga salah satu Pengurus Nasional KAHMI.

Lukman menambahkan, transformasi ini guna kecepatan dan muda pengawasi persoalan lingkungan dan bisa efektif untuk rehabilitasi terhadap lahan-lahan terbuka, dan itu kewajiban bagi perusahaan serta bisa berkonstribusi kepada masyarakat.

“Hal ini juga setiap perusahan pertambangan bisa berkolaborasi dengan daerah-daerah tertentu yang punya tambang seperti di Kalimantan Timur, bisa dilakukan mitra dengan Gubernur untuk memperbaiki infrastruktur, membangun sumber daya manusia, melakukan transformasi buatan manusia misalnya energi listrik, pertanian dan perikanan serta lain-lain,” ujar ahli Pertambangan ini.

Lukman juga menginginkan agar pertambangan juga tidak merusak lingkungan serta nilai-nilai kearifan lokal, pertambangan harus hadir sebagai solusi dan menjadi bagian dari kekayaan alam di daerah, apalagi di tambah dengan sistem digital pertambangan yang baik, maka akuntabilitas dan pertambangan di Indonesia akan jauh lebih baik serta kita jadikan pertambangan juga bagian dari partisipasi masyarakat.

Lukman juga mengakhiri dengan perlunya pertambangan itu dari gaya analog ke gaya digitalisasi, sehingga transparansi, akuntabilitas, melibatkan pihak-pihak lain seperti di beberapa negara lain.

“Dan kalau Minerba ini di kelola dengan baik, maka kita tentu akan lebih baik inovasinya,” tutup Direktur Eksekutif Institut Energi Pertambangan dan Industri Strategis. (rls/mul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here