Kabarnusantaranews,Mamuju;– Duta Petani Milenial (DPM) membuka perekrutan pengurus Jaringan Pertanian Nasional (JPN) di beberapa kecamatan di kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Diketahui, Sulbar merupakan salah satu Provinsi yang ditunjuk oleh Kementerian Pertanian (kementan) sebagai tempat kegiatan perekrutan JPN.

Kali ini, di pelopori oleh M. Syahwal Amrizal dan Mahlil yang bakal mengawal proses perekrutan JPN sesuai arahan BPPSDMP Kementan dengan harapan menghasilkan 220 petani milenial di kabupaten Mamuju.

M.Syahwal Amrizal mengutarakan DPM kabupaten Mamuju bukan hanya mengejar kuantitas tetapi juga kualitas agar harga komoditas bisa berdaya saing dan dapat menyejahterakan petani.

Sebab menurutnya JPN merupakan wadah komunikasi petani di daerah sampai ke pusat serta dengan berjejaring mereka dapat saling sharing mengenai informasi teknologi pertanian, informasi pasar hingga pasar ekspor.

“Petani kita juga bisa mendapatkan pembinaan dan pelatihan. Selain itu dengan digitalisasi mereka dapat memutus atau mengurangi rantai pasar sehingga kesejahteraan petani semakin meningkat.

Hal senada juga disampaikan Mahlil yang mengatakan dengan adanya jaringan ini di setiap kecamatan, diharapkan anak-anak muda semakin banyak yang terlibat dalam pengembangan pertanian didaerahnya masing-masing.

“Sehingga pertanian Indonesia kedepan bisa lebih maju, mandiri dan modern. keterlibatan kaum muda diharapkan dapat mengangkat kesejahteraan para petani didaerahnya,” ujarnya.

Terpenting, tambah Mahlil dengan hadirnya Jaringan Pertanian Nasional memudahkan para petani dalam membangun komunikasi terkait pertanian, pelatihan pertanian, teknologi pertanian dan pasar ekspor pertanian.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian telah mengukuhkan 2.000 DPM/DPA di seluruh Indonesia, sebagai salah satu target 2.5 juta pengusaha pertanian mendukung ketahanan pangan nasional.

Resonansi petani milenial ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menurutnya sektor pertanian menjadi harapan, tulang punggung di tengah upaya Pemerintah dalam menanggulangi Covid 19.

“Tanggung jawab penyediaan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia merupakan spirit bagi keluarga besar Kementerian Pertanian dan semua pelaku pembangunan pertanian,” tegasnya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menambahkan pentingnya peningkatan SDM.

“Jika ingin pertanian maju, majukan dahulu kualitas SDM. Karena SDM yang berkualitas bisa menghadirkan inovasi dan terobosan-terobosan yang dibutuhkan pertanian,” katanya.

Dikukuhkannya 2.000 DPM/DPA ini, kata Dedi, bertugas dalam mengajak dan mendorong para generasi muda untuk terjun di sektor pertanian sebagai upaya regenerasi petani di Indonesia.

“Melalui DPM/DPA ini mereka akan menjaring para petani milenial di wilayahnya yang kemudian berkumpul membentuk jejaring, dimana program Kementan ini dinamakan Jaringan Pertanian Nasional (JPN),” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here