Kabarnusantaranews,Makassar;– Baru-baru ini polisi telah menangkap pelaku pembakaran mimbar masjid, Sabtu (25/09/2021) di sekitar masjid Al-Markaz, Makassar.

Kejadian ini mendapat banyak ditanggapan oleh tokoh-tokoh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan lainnya, salah satunya Tarbiyah Perti Sulawesi Selatan.

Persatuan Tarbiyah Islamiyah, melalui ketua umum IPTI Sulsel Ibnu Hajar S.Sos. M.I.kom, dengan tegas mengatakan sikap mengecam perbuatan tersebut.

Ketua IPTI Sulsel yang kerap dipanggil Hajar, mencurigai kejadian penyerangan terhadap ulama, ustd, maupun simbol dan fasilitas peribadatan seperti terstruktur dengan rapih.

“Melihat keanehan-keanehan tersebut salah satunya adalah kejadian seperti ini selalu marak pada bulan september, ada apa dengan bulan September?,” ujar dia.

Hajar juga berharap bahwa pihak kepolisian tidak cepat mengambil kesimpulan, bahwa pelaku adalah ODGJ, sehingga ini harus ditelusuri sampai akar-akarnya.

“Bila perlu kita telusuri sampai riwayat hidup dan keluarga pelaku,” tegasnya.

Dr. Amiruddin.K selaku Ketua Tarbiyah Perti Sulsel juga mengkhawatirkan bahwa dalam kondisi pandemi yang berlansung ini kita telah dihadapkan oleh problematika ekonomi.

“Dan jangan sampai kejadian seperti ini menambah problem baru yang melebar dalam masyarakat,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here