Sampaikan Belasungkawa, Kapolrestabes-Batlayon 120 Makassar Kunjungi Keluarga Korban Pengejaran OTK Pakai Busur



Kabar Nusantara News, MAKASSAR — Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol. Budi Haryanto bersama Ketua Batalyon 120, Muh. Rusdi mengunjungi rumah keluarga korban kecelakaan yang tewas terjatuh dari motor usai dikejar orang tak dikenal (OTK) memakai busur panah.

Kapolrestabes Makassar bersama rombongan anggota Batalyon 120 mengunjugi rumah korban di jalan Banta bantaeng, kecamatan Rappocini, Makassar, Kamis (29/9) untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga WA (18) korban kecelakan yang tewas usai kecelakaan akibat dikejar OTK.

“Saya turut berduka cita atas meninggalnya almarhum dan saya turut mendoakan almarhum agar diampuni dosanya dan mendapatkan tempat yang terbaik disisi tuhan,” ujar Kombes Budhi.

Sementara itu, kedua orang tua WA berharap agar Kepolisan menangkap seluruh pelaku penganiayaan terhadap anaknya.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih atas kunjungan bapak Kapolrestabes Makassar. Saya meminta kepada pihak kepolisian agar menangkap seluruh pelaku dan mendapatkan hukuman yang sepantasnya”, pungkasnya.

Ketua Umum Batalyon 120 juga menyampaikan harapannya. Muh. Rusdi mengatakan dengan kejadian tersebut, pihaknya meminta kepada seluruh masyarakat kota Makassar, khususnya pemuda untuk tidak mudah melakukan hal-hal yang merigukan orang lain.

“Apalagi tindakan yang terjadi telah menimpa sodara kami di Batalyon 120 bahkan telah memakan korban jiwa. Menjaga kota Makassar kondusif adalah peranan kita sebagai pemuda yang ada di kota Makassar”, Ketua Umum Batalyon 120.

Diketahui, korban merupakan siswa disalah satu SMA di Makassar berinisial WA (18) yang tewas usai mengalami kecelakaan di Jl. Veteran Selatan, Kecamatan Mamajang, pada Selasa (27/9) malam, pukul 23.00 Wita.

Awalnya korban dan beberapa orang temannya melintas di jalan tersebut menggunakan sepeda motor setelah pulang dari pertandingan futsal.

Namun dalam perjalanannya itu, mereka tiba-tiba dikejar oleh orang tak dikenal menggunakan busur panah.

Karena panik, korban dan temannya pun kabur dengan kecepatan tinggi yang mengakibatkan korban bersama temannya tak bisa mengendalikan sepeda motornya dan terjatuh.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit (RS) Bhayangkara namun nyawanya tidak tertolong. Sementara teman korban lainnya masih dirawat di RS labuang baji karena mengalami luka parah. (*)











Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *