Kabarnusantaranews,Makassar;– Sebanyak 9 pimpinan cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah menolak pelaksanaan Musyawarah Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah yang saat ini berlangsung. Mereka menyatakan walk out dan menolak seluruh hasil Musyda.

Ketua PC IPM Cabang Makassar, Muh. Ichsan Fadillah mengatakan, pelaksanaan Musyda IPM kali ini penuh rekayasa. Ia menilai pimpinan daerah telah menyalahgunakan kewenangan untuk memenangkan salah satu kandidat tertentu.

Ichsan menyoroti komposisi panitia pemilihan yang diketuai oleh Sekretaris PD IPM Makassar yang juga Ketua PW IPM Sulsel, Muhammad Fepi. Ia menduga ketua panlih tidak netral dan memihak salah satu kandidat tertentu.

“Banyak kebijakan Panlih yang merugikan calon formatur lainnya. Salah satunya, yang mengeliminir kepesertaan dua pimpinan cabang dengan alasan yang tidak masuk akal,” ujarnya, Minggu (5/12/2021).

Beredar percakapan WA Sekretaris PD IPM Makassar yang terpilih sebagai ketua PW IPM Sulsel yang berisi rencana rekayasa pelaksanaan Musyda dan sengaja diundur untuk menjegal kandidat tertentu.

Dalam percakapan itu juga terungkap rencana keberpihakan PD terhadap salah satu bakal calon.

“Makanya semua kebijakan yang diambil PD terkait Musyda mengarah pada pemenangan kandidat tertentu,” kata Ichsan.

“Lagipula, kok bisa-bisanya ketua PW ngotot jadi ketua panlih di tingkat Musyda? Apa tidak ada pimpinan lain? Kami curiga memang ada tendensi tertentu,” imbuhnya.

Lanjut dikatakan Ichsan, mulai dari Anggota Panlih yang diloloskan namanya menjadi calon formatur sementara, Anggota Panlih yang masuk menjadi calon formatur pun proses penggantiannya dilakukan tanpa mekanisme yang benar melalui rekomendasi secara kelembagaan oleh Pimpinan Cabang.

“Bahkan, anggota Panlih tersebut terbukti bukan anggota Pimpinan Cabang. Panlih juga tidak melakukan audiensi bersama bakal calon formatur sementara ke Ayahanda PDM sehingga tidak ada surat rekomendasi bakal calon formatur yang dikeluarkan oleh PDM,” ulasnya.

Selain itu, Ketua PC IPM Mamajang, Achriyanto memprotes perubahan steering commitee beberapa saat sebelum Musyda. Ia mengendus penyalahgunaan wewenang ketua dan sekretaris PD yang secara tiba-tiba mengubah komposisi SC.

“Info yang kami dapatkan SC sudah ditentukan jauh hari sebelumnya di rapat PD. Tapi oleh ketua dan sekretaris tiba-tiba diganti tanpa mekanisme rapat. Ini ada apa?,” katanya.

Sementara itu, Ketua PC IPM Tamalate, M. Rezki Armansyah menyesalkan adanya intimidasi oknum senior terhadap peserta di forum Musyda. Hal itu, menurut dia, menciderai proses Musyda yang seharusnya berjalan demokratis.

“Beberapa peserta ketakutan karena diintimidasi oleh beberapa oknum senior di forum Musyda. Mereka datang membuat ricuh forum. Makanya, kami menarik diri dan menyatakan walk out demi keselamatan anggota kami,” katanya.

Berdasarkan semua kejanggalan itu, ia bersama 8 pimpinan cabang lainnya bersepakat untuk menarik diri dari forum Musyda dan menolak seluruh hasil Musyda IPM Makassar. Mereka menuntut pelaksanaan Musyda diulang dengan memperhatikan prinsip keterbukaan, keadilan dan kebaikan untuk semua.

“Kami meminta Pimpinan Daerah Muhammadiyah turun tangan dan mengambil alih pelaksanaan Musyda,” tegasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here