Kabar Nusantara News;- Resmi dibuka Halaqah Maulidurrasul yang bertema “Barzanji dalam Berbagai Dimensi” menghadirkan tiga pemateri Ketua PWNU Sulsel Dr KH Hamzah Harun Al Rasyid membawakan materi Barzanji dalam perspektif Syariah, Dekan Fakultas Agama Islam UIM Dr KH Ruslan Wahab dengan tema Barzanji dalam perspektif Spritual, Pimpinan Ponpes Annahdlah Makassar Dr KH Afifuddin Harisah dengan tema Barzanji dalam perspektif Sejarah.Makassar (13/12/2018)

Kegiatan ini diadakan oleh Universitas Islam Makassar atas kerjasama Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sulsel, Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar, dan Muslimat NU Sulsel, Senin (3/12) di Auditorium KH Muhyiddin Zain UIM.

Dalam paparannya Ketua PWNU Sulawesi Selatan Dr KH Hamzah Harun Al Rasyid mengungkapkan, Dalam term umat Islam dewasa ini terbagi atas tiga corak pemikiran, yakni Musyaddid atau radikal yakni corak pemikiran yang sempit, Almutasyaffid atau liberal yakni corak pemikiran yang terlalu bebas dan yang ketiga ada corak pemikiran Wasathiyah atau yang dikenal dengan Islam moderat. Ujarnya

“Kemudian kaitannya dengan Kitab Barzanji apa yang ada didalamnya tidak wajib untuk ditiru, tetapi diupayakan untuk meniru akhlak Rasulullah Saw, mengandung nilai-nilai sejarah Rasulullah Saw, dimana mempelajari sejarah sebuah keharusan, dimana dalam sejarah banyak mengandung hikmah.”imbuhnya.

“Tak hanya itu dalam kitab Barzanji diungkap kepribadian Rasulullah, di dalamnya termuat berbagai Shalawat, padahal bershalawat wajib atau perintah bagi hambanya sebagaimana dalam Alquran Al-Ahzab: 56, jadi membaca kita Barzanji sama halnya bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw karena sesuai dengan tuntunan Syariah.”Tutupnya

Kemudian menurut Dekan Fakultas Agama Islam UIM Dr KH Ruslan Wahab mengungkapkan, Dalam kitab Barzanji disebut silsilah keturunan Muhammad dari sisi biologis, dimana keturunannya sangat mulia.

“Namun mengenal Nabi Muhammad tidak sebatas secara biologis, karena tidak akan ada yang lebih mulia daripada Abu Lahab dan Abu Jahal, olehnya itu pengenalan Nabi Muhammad tidak hanya sebatas biologis atau bahkan dari sisi akademik tetapi pengenalan yang lebih mendalam adalah dari sisi spiritual.”katanya

Rasulullah Saw diutus sebagai rahmatan lil alamin, olehnya itu kerahmatan Nabi Muhammad Saw seyogianya menjadi contoh bagi hambanya untuk menebar kasih sayang keseluruhan alam. Mematahkan ranting pohon apa boleh buat, selamat bukan kita yang mematahkan, menyakiti seseorang apa boleh buat, selama bukan kita yang menyakiti perasaan seseorang, olehnya itu teladanaliah akhlak Rasulullah Saw.

Olehnya itu membaca Barzanji merupakan salah satu sarana untuk mendekatkan kepada Nabi Muhammad Saw, bagaimana memperoleh berkah dari Nabi, harus melalui cinta, bagaimana mencintai Nabi, jawabannya sejauh mana anda mengetahui akhlak Nabi dan mengamalkannya. Tutupnya.

Kemudian mengawali materinya Dr KH Afifuddin Harisah mengungkapkan, banyak orang yang anti terhadap tradisi Islam Nusantara atau Islam Aswaja padahal tidak paham sejarah, orang seperti ini pintar berpendapat tetapi tidak paham sejarah.

Banyak orang yang membidahkan Barzanji dan maulid, karena menurutnya membaca Barzanji tidak dicontohkan oleh Nabi, sahabat, tabi’in, dan tabi’ tabi’in, dari sisi sejarah itu benar karena kelahiran kitab Barzanji jauh setelah wafatnya Nabi, tetapi kitab Barzanji banyak memuat Shalawat, bukankah membaca Shalawat adalah perintah dari Allah ?

Kitab Barzanji bukanlah kitab suci, kitab Barzanji merupakan kitab sastra untuk menggambarkan akhlak Nabi dan tidak ada nilainya kesakralannya, tetapi kitab Barzanji memuat banyak shalawat sehingga membacanya pun mendapatkan pahala.

Maulid diresmikan sebagai hari raya umat Islam pada tahun 1184 Masehi oleh usulan Sholahuddin Al Ayyubi, kemudian mengadakan sayembara penulisan sejarah Nabi Muhammad Saw dan dimenangkan Syekh Ja’far ibn Hasan ibn Abdul Karim ibn Muhammad al-Barzanji. Dia seorang sufi yang lahir di Madinah pada 1690 M dan meninggal pada 1766 M.

“Kitab Barzanji di dalamnya banyak Shalawat dan membaca Shalawat kepada Nabi adalah perintah. Kitab Barzanji adalah syiar Islam yakni ekspresi seseorang terhadap sesuatu yang dicintai dan ini tak perlu memakai dalil, olehnya itu warga UIM dan NU untuk mengekpresikan cintanya kepada Nabi bisa dengan membaca kitab Barzanji karena di dalamnya banyak memuat Shalawat, sejarah hidup Rasulullah Saw.”Tutupnya.(rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here