Kabarnusantaranews, Makassar;- Rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menghapus Ujian Nasional jadi pembahasan serius.

Bukan hanya kalangan pakar atau pun netizen, bahkan Kepala Daerah pun turut menanggapi isu tersebut.

Seperti Bupati Kabupaten Gowa Adnan Purichta Ichsan yang mengatakan jika Gowa adalah pelopor penghapusan Ujian Nasional sejak tahun 2011.

“Kabupaten Gowa pelopor penghapusan Ujian Nasional sejak tahun 2011 bukan penentu kelulusan melalui program SKTB.”Tulis Adnan di Instagram Miliknya, Kamis, 28/11.

Ia mengatakan, dirinya masih mengingat jelas kalah Dr.Ichsan Yasin Limpo yang juga mantan Bupati Gowa tersebut tidak setuju dengan Ujian Nasional dengan alasan pelajaran tidak menjadi representatif saat Ujian.

“Empat mata pelajaran bukanlah merupakan representatif dari semua mata pelajaran yang dipelajari anak selama 6 tahun di SD, 3 Tahun di SMP, 3 Tahun di SMA.Instrumen yang digunakan dalam melaksanakan ujian nasional hanya tes tertulis padahal tidak semua mata pelajaran dapat diukur dengan tes tertulis.Ada mata pelajaran melalui tes unjuk kerja atau tes lisan.”Tambahnya.

Lanjut Putra Almarhum IYL ini mengatakan bahwa Ujian Nasional bisa menjadi Momok menakutkan bagi siswa sehingga para siswa dipaksa tidak jujur

“Menjadi momok yang menakutkan bagi siswa sehingga para siswa dipaksa tidak jujur dengan mencari kisis-kisi bahkan tidak jarang kita dapatkan diduga ada oknum guru yang ikut membantu siswa yang memberikan jawaban.” Tegasnya.

Sebelumnya Menteri Nadiem mengatakan saat ini rencana pengahapusan UN tersebut masih dalam tahap pengkajian.

“Itu (penghapusan UN) yang sedang kami kaji. Ditunggu kabarnya,” ujarnya, saat ditemui di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan,Jakarta, Kamis (28/11/2019).(arh/sf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here