Kabarnusantaranews, Makassar;- Tim Penggerak (TP) PKK Sulsel menggelar seminar terkait pencegahan stunting, dalam rangkaian kegiatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) dan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) TP PKK Sulsel Tahun 2019, di Four Points by Sheraton, Senin (2/12).

Sejumlah narasumber didaulat untuk membagikan ilmunya pada acara yang diikuti ratusan TP PKK dari seluruh kabupaten kota di Sulsel.

Prof. Dr. dr. Nurpudji Astuty Daud yang hadir sebagai narasumber, menjelaskan tentang pentingnya pemenuhan gizi dalam 1000 hari pertama kehidupan. Selain itu, Tria Amiruddin Sp.Si., M.Si. juga berbagi informasi terkait sosialisasi perkawinan anak.

Untuk mendukung terealisasinya pengentasan angka stunting di Sulsel, TP PKK Sulsel juga mengundang perwakilan TP PKK Provinsi DKI Jakarta untuk memaparkan materi terkait Sistem Informasi Manajemen (SIM) PKK.

“Banyaknya data layanan kesejahteraan keluarga saat ini belum terpadu, tumpang tindih, dan berkesinambungan untuk masing-masing OPD. Makanya, kita rancang untuk dibuat layanan terpadu SIM PKK ini. Ini sudah diambil contoh dari PKK DKI Jakarta,” jelas Lies F Nurdin selaku Ketua TP PKK Sulsel.

“Dengan adanya SIM PKK, kita bisa melacak dasawisma dan menyalurkan bantuan tepat sasaran. Termasuk juga untuk melacak dimana stunting berada pada setiap dasawisma,” ungkap Neni, selaku perwakilan TP PKK DKI Jakarta.

Selanjutnya, masing-masing Ketua TP PKK Kabupaten/ Kota di Sulsel memaparkan program-program PKK yang telah dilaksanakan di hadapan Ketua TP PKK Sulsel dan TP PKK Kabupaten Kota lainnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here