Kabarnusantaranews, Makassar;- Wakil Ketua Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), Nurul Ghufron, mengakui, Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah memiliki komitmen kuat untuk mencegah korupsi di Sulsel.

Komitmen ini bukan hanya satu item saja, namun ada tiga item. Yakni pengadaan, pelaksanaan dan pelaporan.

“Dalam rangka pencegahan dalam bidang korupsi, Alhamdulillah di Sulsel ini kami melihat komitmen kuat dari pimpinan dalam hal ini Gubernur, untuk melakukan koordinasi pencegahan mulai dari pos perencanaan, pengadaan, pelaksanaan sampai pelaporannya,” jelas Nurul Ghufron, di Kantor Gubernur Sulsel, Senin, 2 Maret 2020.

Untuk menunjang pencegahan korupsi, Pemprov Sulsel menyediakan ruangan khusus untuk Aparatur Penegak Hukum (APH) dalam hal ini polisi, kejaksaan dan KPK.

“Termasuk juga Pak Gubernur telah menyediakan ruang khusus untuk kolaborasi antara APH yaitu kepolisian, kejaksaan dan KPK untuk mengawal proses pencegahan korupsi, sehingga kami merasa difasilitasi,” jelasnya.

Menurut Nurul Ghufron, korupsi merupakan masalah besar, bahkan bisa merusak pasar. Olehnya itu, KPK sudah melakukan integrasi dengan pihak Kepolisian, TNI dan Kejaksaan Agung.

“Dan itu sudah dilakukan juga Gubernur Sulawesi Selatan dan terbukti, beliau langsung mendatangi kami untuk melaporkan agar kami dilibatkan dalam mengawasi keuangannya sejak awal. Jadi memang kuncinya adalah keterbukaan,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here