Kabarnusantaranews, Makassar;- Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah, mengapresiasi kegiatan Halal Bihalal Kerukunan Keluarga Luwu Raya.

Kegiatan tersebut merupakan upaya untuk mempersatukan seluruh tokoh dan masyarakat Luwu Raya dalam mendukung percepatan pembangunan, baik infrastruktur maupun pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Saya sangat mengapresiasi semangat dari acara ini, yaitu meningkatkan persatuan segenap Wija To Luwu dalam mendorong akselerasi pembangunan Sulsel yang lebih maju,” ujarnya, saat menghadiri Halal Bihalal Kerukunan Keluarga Luwu Raya, di Hotel Claro Makassar, Jumat (12/7).

Nurdin Abdullah berharap, seluruh unsur masyarakat di Luwu Raya, baik pemerintah maupun masyarakat, bersatu untuk bekerja menjadikan Luwu Raya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Ia mengaku sudah bertemu pengusaha, baik dalam negeri maupun luar negeri, serta bertemu dengan berbagai duta besar dari negara-negara tetangga.

“Saya selalu menyampaikan betapa Sulsel memiliki potensi yang masih sangat bisa dikembangkan, terutama di daerah Luwu Raya,” terangnya.

Perkembangan sebuah daerah, lanjut Nurdin Abdullah, kuncinya ada pada pembangunan infrastruktur yang mampu menghubungkan setiap daerah, sehingga pusat ekonomi baru bisa terbentuk. Contohnya wilayah Seko.

“Selama ini Seko sulit sekali untuk diakses. Alhamdulillah, tahun ini kita sudah menganggarkan pembangunan jalan, sehingga tahun ini rencananya jalan menuju Seko sudah berfungsi,” bebernya.

Selain itu, rencana pembangunan jalan penghubung antara Bua dengan Rantepao, anggarannya sudah disetujui pemerintah pusat.

“Kalau proyek ini berjalan dengan lancar, maka kita bisa menghubungkan Toraja sebagai destinasi wisata unggulan di Sulsel dengan Luwu Raya,” lanjutnya.

Selain pembangunan infrastruktur, gubernur juga menyampaikan aspek pembangunan manusianya. Oleh karena itu, Pemprov Sulsel terus bersinergi dengan Pemerintah Palopo dalam rangka pembangunan Rumah Sakit Regional.

Dengan adanya rumah sakit regional ini, masyarakat tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh ke Makassar untuk bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik.

“Berbagai rencana pembangunan tersebut hanya dapat dijalankan dengan adanya sinergi yang baik antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten kota,” tuturnya.

Ia menambahkan, Pemprov Sulsel hadir sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah. Pada tahun ini, bantuan keuangan yang diberikan Pemprov untuk kabupaten/kota sebesar Rp300 miliar.

“Saya memohon dukungan dari setiap unsur masyarakat Luwu Raya, agar program pembangunan yang sudah kita rencanakan bisa berjalan dengan lancar. Apabila pembangunan infrastruktur sudah kita laksanakan dengan baik, kesejahteraan masyarakat juga sudah kita tingkatkan, sumber daya manusianya juga baik, saya meyakini Luwu Raya ini akan siap menjawab segala tantangan dan menjadi wilayah kebanggaan Sulsel,” pungkasnya. (*)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here