Kabarnusantaranews, Makassar;– Pembahasan RUU HIP, mendapat reaksi keras dari ribuan masyarakat di Kota Makassar, aksi demo pun terjadi di depan Monumen Mandala, Jalan Jendral Sudirman, Minggu (06/7) pagi.

Ribuan massa yang berkumpul berasal dari sejumlah organisasi, di antaranya Laskar Garuda, Keluarga Besar Muhammadiyah, Pemuda Pancasila, Jaringan Pribumi Indonesia, Majelis Dzikir Darul Taubah, Laskar Merah Putih dan sejumlah organisasi Islami lainnya.

Aksi unjuk rasa digelar dengan pembentangan spanduk tuntutan, orasi bergantian serta pertunjukan atraksi bela diri dari perguruan Tapak Suci Putra Muhammadiyah, dan kemudian diakhiri dengan konfrensi pers di Anjungan Pantai Losari.

Seorang orator, dari emak-emak Mujahidin Sulsel, Ratna Alwi mengatakan, fatwa MUI menolak Rancangan UU HIP. Ia juga menyebut, jangan mengaku Pancasila sementara mengobok-obok Pancasila.

“Pancasila adalah satu, kesepakatan oleh para ulama, dan founding father, apakah kita sudah berakhlak Pancasila, kalau Indonesia belum bagus, bukan Pancasilanya yang diotak-atik, tapi perbaiki akhlak Pancasila mu. Jadi kalau ada yang mau merubah Pancasila, kita siap membela Pancasila hingga titik darah terakhir,” kata Ratna Alwi.

Tampak sejumlah orator lainnya, di antaranya Ustadz Iqbal, Ustadz Samsuriadi dan Ustadz Muhammad Iqbal Madjid, mengaku akan terus berjuang hingga Haluan Idiologi Pancasila (HIP) betul-betul dibatalkan.

“Pancasila adalah adalah dasar negara Indonesia yang final, menolak secara keseluruhan Rencana UU HIP, atau apapun namanya dan kami meminta penegak hukum, untuk memproses, oknum yang berencaba merubah dasar negara,” tutupnya.

Kombes Yudhiawan Kapolrestabes Makassar,

saat ditemui dilokasi mengungkapkan, pihaknya menerjunkan 359 personel untuk mengamankan aksi tersebut.

“Ada 359 personel yang tersebar di sejumlah lokasi, gabungan TNI-Polri ada yang di Mandala, ada di anjungan dan tersebar di titik yang dianggap rawan terjadi gangguan Kamtibmas,” ungkapnya.

Saat ditanya soal aksi yang digelar di tengah-tengah pandemi, Kombes Yudhi mengaku telah melakukan komunikasi dengan pihak pengunjuk rasa dengan sejumlah kesepakatan sebelumnya.

“Mereka memberitahukan kepada kami, dengan berbagai catatan termasuk dengan memperhatikan protokol kesehatan,” tambahnya.

Aksi berakhir tertib sekitar pukul 11.15 pagi. Pengunjuk rasa dari berbagai elemen membubarkan diri setelah menyampaikan aspirasinya. (Rls/tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here