Kabarnusantaranews, Makassar;- Kecelakaan maut yang melibatkan bus mobil bus bintang timur dengan mobil Toyota Avanza terjadi di Jalan Trans Sulawesi Desa Lagego kec Burau kab. Luwu Timur, Sabtu (1/2). Lima orang tewas dalam kecelakaan maut ini.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo menyampaikan keterangan saksi di tempat kejadian, bahwa Mobil bus bintang timur bergerak dari arah Palopo Ke Sorowako ( arah barat ke timur) dengan kecepatan tinggi tiba tiba dari arah yang berlawanan bergerak Mobil Avanza bergerak dari arah mangkutana ke Palopo (arah Timur ) ke barat dengan kecepatan tinggi tidak dapat mengusai kendaraannya dan pindah jalur ke kanan dan menabrak mobil bus bintang Timur sehingga terjadi kecelakaan tersebut

“ Saat kecelakaan, Polres Lutim langsung mengambil Tindakan kepolisian dengan mendatangi TKP, mengamankan Barang Bukti, melakukan TPTKP, dan meng evakuasi korban ke RS, terdekat,”jelas Kabid Humas

Sementara itu Dir Lantas Polda Sulsel ‘Kombes Pol Frans Santoe menyebut Ditlantas Polda Sulsel telah mengirim Tm untuk membantu penanganan kasus kecelakaan tersebut

“Ya betul kami telah menurunkan unit laka dibawa pimpinan Kasubdit Gakkum ke Polres Luwu Timur untuk memback up penanganan kasus kecelakaan ini,”ungkap Dir Lantas Polda Sulsel

“Laporannya, ada lima orang yang meninggal dunia yaitu sopir Avanza DN 582 AT, Amin Halide (52) warga Desa Ujung Rilirilau Kab Soppeng, Penumpang mobil Avanza RONAL AKSAN (22) warga Desa Walimpong Kiburan kab Bone, 2 penumpang laki-laki dan 2 penumpang perempuan belum diketahui identitasnya ,”lanjut Kabid Humas

Kabid humas Polda Sulsel juga menambahkan kecelakaan fatal yang mengakibatkan korban meninggal dunia banyak terjadi pada kondisi jalan yang lurus, karena sebagian besar pengendara memacu kendaraan melebihi batas kecepatan.

“Banyak faktor penyebab kecelakaan lalu lintas. Selain manusianya, juga kelaikan kendaraan seperti rem blong dan infrastruktur. Namun sebagian besar kecelakaan akibat pengendara kurang hati-hati dan waspada. Seperti sopir mengantuk dan memacu kendaraan melebihi batas kecepatan,” kata Ibrahim Tompo.saat ditemui, Minggu, 02/1.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here