Kabarnusantaranews, Bulukumba ;– Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Bulukumba, kembali tercoreng namanya lantaran perilaku oknum pegawainya yang di duga melakukan pungutan liar terhadap warga yang sedang melakukan pengurusan ganti plat kendaraan roda dua. Jumat (14/6/2019).

Ketua umum PMII Bulukumba Ramil Syam mengatakan, kerabatnya Ilsa Agustina Syahna, diduga menjadi korban Pungutan Liar (Pungli) saat melakukan pengurusan ganti plat beberapa hari yang lalu.

“Perpanjangan STNK dan ganti plat, dikenakan biaya sebesar Rp 490 ribu. Padahal saat dicek online melalui twitter Bapenda Sulsel, biaya yang seharusnya dia bayar hanya Rp360 ribu,” Ungkap Ramil saat di konfirmasi via watshaap, Rabu (12/6).

Ketua Umum PMII Bulukumba Ramil Syam (Foto)

Pembayaran lebih menjadi bukti, jika ada pungli di kantor Samsat Bulukumba.

Selain itu Ramil juga menanyakan langsung persoalan tersebut kepada pegawai yang bersangkutan terkait kelebihan pembayaran.

Hanya saja, oknum petugas tersebut memiliki alasan tersendiri.

“Saya tanya langsung sama itu pegawai soal kenapa pembayarannya lebih dari biaya totalnya. Dia bilang, tidak dicek memang total biayanya, karena padat antrian dan banyak orang jadi lama prosesnya,”

Sehingga oknum tersebut langsung menetapkan biaya Rp 490 ribu, tapi berjanji akan mengembalikan uang kelebihan tersebut.

Namun Ramil menilai, tindakan oknum tersebut tak patut dilakukan. Pasalnya, memberikan ruang untuk melakukan pungli.

“Syukur-syukur kalau orangnya tahu. Bagaimana kira-kira kalau tidak tahu. Dikemanakan mi uangnya,” Sesal Ramil.

Hingga berita ini di naikkan, belum ada tanggapan dari pihak Samsat Bulukumba, terkait dugaan pungutan liar tersebut. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here