Kabarnusataranews,Makassar;– Ditengah gempuran mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menuntut keringanan dan kebijakan Uang Kuliah Tunggal (UKT) di kampus tersebut.

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar, Dr. Firdaus Muhammad punya cara tersendiri untuk meredam mahasiswa binaanya di fakultas tersebut. Dia melakukan sentuhan langsung dengan metode edukasi.

Melalui saluran virtual, selaku pimpinan Fakultas. Melakukan audiens dengan jajaran pengurus lembaga FDK sebagai representasi mahasiswa. Bahkan keluhan dan aspirasi mahasiswa disampaikan lewat dialog daring tersebut.

Dialog yang digelar, Rabu (8/7/2020) sangat sejuk dan humanis, menghadirkan beberapa nasrasumber sebagai memberikan motifasi. Mereka antara lain. Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar (Dr. Firdaus Muhammad), Wakil Ketua DPRD Sulsel (Ni’matullah Erbe) dan Perwakilan pihak Polrestabe Makassar.

Firdaus dalam pesan kepada peserta diskusi, mengatakan bahwa sebagai pimpinan fakultas merasa bertanggungjawab atas nasib mahasiswanya.

Oleh karena itu, segala bentuk kebijakan kampus perlu disikapi dengan otak dingin oleh mahasiswa. Kendati soal tuntutan mahasiswa dia mengatakan selalu membuka ruang untuk dialog.

“Kami berkeyakinan mahasiswa punya kemandirian, mahasiswa memiliki kesadaran dan mengkritisi hal yang dianghap perlu. Posisi kami sebagai orang tua, dahulukan komunikasi persuasif,” singkatnya.

Sedangkan, Wakil Ketua DPRD Sulsel, Ni’matullah Erbe dalam diskusi tersebut lebih kepada memberikan motivasi dan berbagai pengalaman. Mahluk saja, Ulla adalah mantan pengurus Senat mahasiswa di jaman semasa duduk di bangku kuliah.

“Saya juga pernah jadi ketua lembaga, senat mahasiswa. Demo segala macam saya sudah lewati, Jadi, mahasiswa harus punya pandangan ke depan. Sehingga kelak duduk di kursi pimpinan mahasiswa tak gugup dan gagap,” pesan Ulla.

Menurutnya, mahasiswa dalam melakukan aksi suatu hal wajar sebagai menuntut hak. Namun jangan diluar batas kewajaran merusak fasilitas kampus ataupun hal yang menciderai nama almamater kampus.

“Ingat ktiris tapi jaga rumah yakni kampus. Gerakan mahasiwa intinya cara baik cemerlang bisa semua teratasi. Lahir gagasan baru untuk lebih baik. Tradisi dialog harus hidup di kampus, demo jalan terakhir. Tetap kedepankan akal sehat dan gagasan,” pesan mantan aktivis mahasiswa itu.

Menurut politisi Demokrat Sulsel ini, yang terpenting bagi mahasiswa saat ini membangun jejaring atau Networking. Bagi dia, hal penting menentukan kesuksesan maahsiswa di masa akan datang adalah (Networking).

“Saya sampaikan Gerakan mahasiswa ini akan membuat kita baik. Demostrasi hanya alat instrumen bukan tujuan. Sebagai orang muda melihat peluang ke depan,” tutup Ulla, saat diskusi online FDK bertajuk gerakan mahasiswa dan Komitmen bernegara.(rls/tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here