Kabarnusantaranews,Makassar– Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Pustawan Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Quraisy Mathar, resmi melantik Pengurus IPI Kota Makassar, Selasa 6/10 di Kampus STMIK AKBA jalan Perintis Kemerdekaan yang dihadiri Pembina IPI Sulsel, Bachtiar Adnan Kusuma.

Muh. Quraisy Mathar selaku ketua IPI Provinsi Sulsel menegaskan bahwa tahun ini memprioritaskan kegiatan pembentukan IPI Cabang di 24 Kabupaten/Kota se-Sulsel yang nantinya akan bekerja menghimpun data pustakawan se-SulSel dan melengkapi seluruh berkas administrasi sebelum didaftarkan secara kolektif ke Kesbangpol Propinsi, Kabupaten dan Kota.

“Selain pendataan anggota, seluruh pengurus cabang di tahun 2020 ini diharapkan secara masif menghimpun seluruh persoalan kepustakawanan yang nantinya akan dirumuskan dalam bentuk usulan regulasi ke dewan dan pemerintah yang muaranya adalah peningkatan kesejahteraan pustakawan di Sulsel” kata Quraisy.

Menurut pustakawan UIN Alauddin Makassar ini, menilai kalau kehadiran Pak BAK selaku salah satu Pembina IPI Provinsi Sulsel disesi pelantikan pengurus IPI Kota Makassar, seakan menjadi bahan bakar yang semakin melecut, pemberi semangat para pustakawan untuk memperjuangkan hak-haknya.

Pada sesi Talkshow Masa Depan Pustakawan di kota Makassar, BAK dalam penyampaian pikiran-pikirannya berharap pustakawan haruslah menjadi sebuah profesi yang besar dan diperhitungkan di masyarakat. Pustakawan yang baik adalah menjadi pelayan pembaca yang peofesional, memahami pokok-pokok tugasnya dan menjadi pemberi inspirasi bagi masyarakat pemustaka di kota Makassar. Karena hanya dengan sikap dan tindakan serta kompetensi pustakawan yang kuat, mereka bisa dihargai masyarakat.

” Para pustakawan harus kuat membaca dan menulis buku. Sebab, fakta di lapangan masih sangat kurang referensi buku-buku perpustakaan yang ditulis pustakawan. Karena itu, saya menantang pengurus IPI Makassar menulis buku maksimal lima judul buku pertahun” kata BAK.

Sementara itu, BAK juga berharap kedepan perlunya IPI Sulsel memperjuangkan Perda, Perbup, Perwali yang menegaskan perlunya insentif pustakawan yang dimulai dari Sulsel.

” Kita perjuangkan bersama perlu ada Perwali di kota Makassar yang memberi insentif para pustakawan agar menjadi contoh pertama di Indonesia” kunci tokoh Literasi Sulawesi Selatan yang juga Ketua LPM Terbaik 1 Tingkat Kota Makassar 2017 ini. (rls/tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here