Kabarnusantaranews, Bulukumba;- Kejadian pembegalan yang menimpa salah seorang perawat RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba, Sulawesi Selatan mengharuskan dirinya terbaring di Rumah Sakit Tempatnya bekerja.

Nurfahmi Mulasari, Amd.Kep (27 th), harus menahan rasa sakit yang dideritanya setelah terjatuh akibat diserempet oleh OTK yang di duga akan melakukan tindak kejahatan alias Begal.

Nurfahmi menuturkan, bahwa kejadiannya sangat berlangsung cepat. Saat itu dirinya baru pulang dinas sore sekitar pukul 21.30 malam hanya sendirian menuju Kampung halamannya di Desa Bonto Raja.

Namun Tiba- tiba diperjalanan tepatnya di Palimassang Desa Padang, Kecamatan Gantarang, dirinya diikuti oleh pengendara lain dari belakang yang dengan sengaja mematikan lampu motornya, saat pelaku mendekat, kemudian Fahmi dipepet lalu menarik tasnya.

Namun Fahmi tetap bertahan, sehingga ia terjatuh ke aspal dan masuk got, untung saja ada pengendara lain yang melihatnya sehingga orang tersebut tidak sempat merampas barang miliknya.

“Saya tidak dapat melihat jelas wajahnya, karena orang tersebut memakai helm dan mematikan lampu motornya. Kejadiannya, Sabtu tanggal 4 Januari,” tutur Fahmi yang bertugas di Perawatan Seruni RSUD Bulukumba

Dikatakannya, bahwa memang tempat tersebut tergolong rawan karena jalanan sepi dimana kiri dan kanannya hanya terdapat persawahan sehingga rumah penduduk cukup jauh dari wilayah tersebut.

Walau tidak sempat mengambil barang berharga miliknya, namun Fahmi tengah dirawat intensif dikarenakan kondisi tubuhnya sangat lemah dan tangannya mengalami fraktur atau patah tulang akibat kejadian tersebut.

Pihak RSUD Bulukumba, dalam hal ini Kasubag Humas dan Promkes, Gumala Rubiah, menyampaikan rasa prihatin serta simpati yang mendalam karena kejadian tersebut.

Dirinya juga mengecam keras oknum yang melakukan tindak kekerasan yang bermotif “begal” terhadap Nur Fahmi Mulasari.

“Begal ini sangat berbahaya dan bukan kali ini saja ada kejadian seperti ini, hal ini mengkhwatirkan petugas RS yg akan pergi dan pulang kerja,” tutur Mala.

Diketahui, sebelum kejadian yang menimpa Nur Fahmi Mulasari, juga sudah ada dua rekan perawat lainnya yang pernah mengalami percobaan kejahatan yang sama.

Olehnya itu, Mala menghimbau kepada seluruh perawat dan bidan yang pulang jaga sore dimalam hari untuk tetap waspada dan jeli terhadap lingkungan sekitar.

Serta meminta kepada pihak kepolisian untuk menyisir tempat tersebut dan menindak tegas pelakunya, termasuk di tempat lain yang dianggap rawan seperti Bijawan,Kapas dan salemba.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here