Kabarnusantaranews, Bulukumba;& Spekulasi opini paket Askar HL – Tomy Satria Yulianto dinilai tidak tepat untuk bertarung di Pilkada Bulukumba tahun 2020 mendatang.

Politisi PDI Perjuangan, Zulkifli Sayyed ikut menanggapi hal itu, menurutnya paket ini terkesan dipaksakan.

Menurut anggota DPRD Bulukumba dari Partai PDI Perjuangan ini, jauh lebih paradikmatik jika pasangan itu dibalik, dimana Tomy Satria calon bupati dan Askar HL calon wakil bupati atau Tomy Satria – Askar HL.

Hal ini bukan tanpa alasan, Zul sapaan akrab Zulkifli Sayyed secara pribadi membandigkan kapasitas Tomy Satria mengungguli Askar HL. Baik dari sisi rekam jejak perjalanan politik, elektabilitas survei maupun kecakapan di hadapan publik.

“Kecuali TSY-Andalanta (Askar HL: red) itu sangat menarik, dari kapasitas TSY jauh mengungguli H Askar. Baik di tingkat paradigmatik maupun berdasarkan hasil survei elektabilitas yang masih mengunggulkan Tomy Satria,” kata Zul, Kamis (26/12/2019).

Dia tidak ingin berspekulasi terlalu jauh perihal kekuatan jika Askar HL-Tomy Satria dipasangkan. Hanya memang penentuan posisi, kata Zul tidak ideal.

“Paket Andalanta – TSY itu tidak ideal,” kata Zul.

Diketahui, spekulasi Askar HL – Tomy Satria ini muncul setelah Ketua DPW NasDem Sulsel, Rusdi Masse mengunggah foto Askar dan Tomy di akun media sosial instagram pribadinya. Dalam foto itu tidak disertai caption.

Terpisah, Leasion Officer Tomy Satria, Yusman Wahab menegaskan bahwa foto yang diunggah RMS itu tidak serta merta bisa diartikan paket Askar HL- Tomy Satria. Dimana pada postingan yang lain dengan waktu hampir bersamaan, RMS juga mengunggah foto dua bakal calon Wali Kota Makassar, yakni Irman Yasin Limpo dan Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto.

“Tata letaknya sama, pak None (Irman Yasin Limpo) di kiri dan pak Danny di Kanan. Tapi sepekulasi di media setelah kita tracking adalah paket Danny-None. Sementara di Bulukumba spekulasi tentang tata letak itu berbalik, dengan spekulasi dua bakal calon wali kota di Makassar. Di Bulukumba ini kan jelas digiring,” kata Yusman Wahab.

Dia menjelaskan ada empat foto yang diunggah RMS, yakni untuk Pilkada Maros, Soppeng, Makassar dan Bulukumba. Dimana dari empat foto itu disertai dengan semua kader NasDem.

“Empat foto postingan menjadi perbandingan. Saya pribadi menilai bahwa tokoh sekaliber Bos RMS memposisikan kadernya sebagai 01 di semua empat foto itu. Ini kan penanda dalam komunikasi politik, karena tidak disertai dengan caption,” ungkapnya.

Yus melanjutkan, setelah melakukan tracking di media sosial, yang menggiring opini tersebut adalah akun yang keberpihakan jejak postingannya berada di kubu Askar HL.

“Kita maklumi jika ada yang pobia dan memaksakan opini ini liar. Yang pasti, sejak awal pak Tomy Satria tidak pernah bersosialisasi untuk 02. Saya melihatnya opini ini sengaja digiring oleh tim pak H Askar,” tegas Yus.

Sayangnya, lanjut Yus, dirinya tidak pernah melihat Tomy Satria siap berpasangan dengan Askar HL. Menurut dia, Askar HL sudah menyampaikan secara terbuka akan berpasangan dengan birokrasi, Andi Makmur.

“Pak H Askar kan sudah ramai dibicarakan akan berpasangan dengan pak Andi Makmur. Saya kira itu lebih ideal,” tandasnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here