Polemik Almamater di UNM, Birokrat Kampus Dinilai Tak Peka dengan Kesejahteraan Mahasiswa

Kabar Nusantara News, MAKASSAR – Kebijakan Kampus UNM yang menaikkan harga jas almamater bagi calon mahasiswa baru (maba) dinilai memberatkan mahasiswa. Dimana, birokrasi kampus dianggap menerapkan kebijakan tanpa mempertimbangkan kondisi ekonomi mahasiswa.

Tidak sedikit yang mengeluhkan soal harga almamater yang dari sebelumnya Rp150 ribu ke Rp250 ribu. Ini yang membuat maba terbebani karena harus mengeluarkan biaya tambahan di luar Uang Kuliah Tunggal (UKT).

“Saya merasa sangat prihatin dengan keputusan universitas untuk menaikkan harga almamater bagi calon mahasiswa baru”, ujar salah satu alumni UNM yang enggan disebutkan namanya.

“Langkah ini menunjukkan kurangnya kepekaan dan kepedulian terhadap kesejahteraan mahasiswa, terutama di tengah situasi ekonomi yang semakin sulit”, sambungnya.

Dia menilai, kebijakan tersebut hanya akan membebani calon mahasiswa baru dan orang tua mereka yang sudah berjuang untuk memenuhi kebutuhan pendidikan.

“Saya mendesak pimpinan universitas untuk mempertimbangkan kembali keputusan ini dan mencari solusi yang lebih adil dan berkelanjutan bagi seluruh civitas akademika”, tegasnya.

Wp 17206014994356584312037333757091.jpg

Baru-baru ini viral di media sosial oknum dosen UNM terlibat cekcok dengan seorang mahasiswa lantaran memprotes soal pembelian almamater Rp250 ribu untuk mahasiswa baru.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @mksinfo.official, Rabu (10/7/2024) itu memperlihatkan seorang dosen mendorong hingga membentak mahasiswanya karena dianggap memprovokasi.

Sontak unggahan tersebut mendapat reaksi dari berbagai warganet. “Yang katanya orang berpendidikan tinggi…. namun begitu tanggapan kepada anak didiknya.. miris.. 👏👏👏😢😢”, ujar salah satu netizen @*****.

“bgni kah orang berpendidikan? di kritik malah merundung? 😂”, tulis @jemain***.

“Klau adaji tawwa dari seniornya atau keluarganya jangan dipaksa belli..” tutur @arac***.

“Pentingnya ADAB dibanding ilmu. Gugurlah nilai semua pengetahuannya dan tdk dpt dijadikan rujukan”, sebut netizen lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *