Kabar Nusantara News;- Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) yang tergabung dalam Pusat Koordinasi Daerah (PKD) Mapala Se-Sulsel menurunkan relawan ke sejumlah titik bencana.Makassar (28/1/2019)

Relawan ini di terjunkan kelapangan untuk membantu Evakuasi korbanbencana banjir dan longsor yang masih terisolir di kecamatan bogayya, Kabupaten Gowa. evakuasi yang di lakukan selama tiga hari mulai dari jumat, 25 sampai minggu 27 januari 2019.

Evakuasi di lakukan melalui jalur tassese dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 15 km.

Iqbal Koordinator Posko (PKD) Mapala Se Sulsel, menjelaskan selain membantu mengevakuasi, kita juga membawa Pakaian layak pakai dan sembako.

“Kami juga datang membawa makanan pakaian layak pakai dan sejulah kebutuhan lain”

Selain itu, tambah Iqbal, menurutnya masih sangat banyak warga yang membutuhkan evakuasi dan bantuan sehingga perlu adanya penanganan khusus.w

“Sampai saat ini masih banyak warga yg mengungsi mereka kehilangan tempat tinggal dan masih butuh banyak bantuan, sulitnya jalur evakuasi membuat warga sulit mendapatkan bantuan dari pemerintah.”tandasnya.

Sementara itu terpisah, M. Fiklin Lamasila Ketua Mapala UIT yang juga Mahasiswa Fakultas Farmasi UIT Makassar menjelaskan jika kebutuhan warga saat ini adalah Air bersih dan makanan serta perlengkapan yang lain.

“Saat ini warga setempat sangat membutuhkan Air bersih, makanan, pakaian, selimut dan perlengkapan lain”

Lanjutnya, Irtis sapaan akrabnya mengharapkan agar pemerintah jangan hanya fokus memasukan logistik via udara karena masih banyak titik yang susah dijangkau.

“pemerintah jangan fokus memasukkan logistik via udara di satu titik saja karena masih banyak daerah yang benar-benar susah di jangkau jalur darat dan bantuan yang masuk ke desa terisolir masih menumpuk di satu titik saja, untuk evakuasi korban tertimbun longsoran juga butuh alat berat. Kami terbatas dan masih perlu bantuan penuh dari pihak pemerintah. Tutupnya.(Ir/Ft)

Irfan Darmawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here