Kabarnusantaranews,Makassar– Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) ke-75 di Makassar diperingati dengan menampilkan sejumlah Inovasi unggulan masing-masing sekolah. Seperti yang dilakukan sekolah SMAN 12, dan SMAN 13 Makassar yang kegiatannya dipusatkan di SMAN 10 Makassar, di Kecamatan Manggala, Senin (30/11/2020).

Salah satu inovasi SMAN 10 Makassar yang menarik perhatian pihak Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel dan beberapa guru yang hadir pada kegiatan tersebut yakni budidaya tanaman hidroponik. Bercocok tanam dengan cara hidroponik diatas lahan sempit ini mendapat apresiasi dari pihak Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel.

Pasalnya, diatas lahan sempit, kebun yang dikelola siswa-siswi SMA tersebut terdapat beberapa jenis tanaman sayur mayur.

Pengelolaan kebun hidroponik ini, merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan disekolah. Kegiatan pengelolaan kebun hidroponik ini masuk dalam pelajaran muatan lokal di sekolah.

Uniknya, dalam kebun yang dipelihara siswa SMA ini terdapat empat cara bercocok tanam, ada manual, semi manual, menggunakan poliback, dan hidroponik. Untuk manual media tanamnya mengunakan pipa setinggi 30 cm dan terdapat 3 lubang, akan tetapi cara penyiramannya sama dengan media poliback masih secara manual.

Sedangkan untuk media penaman hidroponik sama denga cara penanaman semi manual, kedua media ini mengunakan mesin untuk menyiram tanaman. Selain itu pula tingkat media tanam dibagi dalam setiap tingkatan kelas. Contohnya saja media tanam poliback digunakan untuk tingkatan kelas 1, manual untuk tingkatan kelas 2 atau berkelompok, sedangkan untuk hidroponik dan semi manual digunakan untuk kelas tiga.

Tak hanya itu, dalam perawatan tanaman masing-masing siswa diwajibkan merawat satu tanaman. Bahkan setiap siswa wajib menjaga tanamannya agar tidak terkena hama atau penyakit.

Jika tanaman siswa tersebut layu atau mati, maka akan berdampak pada nilai yang diberikan guru terhadap siswa tersebut. Hal ini yang membuat siswa sangat antusias dalam merawat tanaman mereka.

Kepala Sekolah SMAN 10 Makassar, Dra Hj Husaelah Hasan, M.Si mengatakan kebun hidroponik ini murni dari kerja keras para siswa. Untuk tanaman hidroponik, siswa mendaur ulang plastik untuk dijadikan media tanam termasuk pembibitan.

“Pada peringatan HGN ini juga kita gelar English Camp yang diikuti tiga sekolah, disini ada tiga sekolah SMA 10, 12 dan 13. Jadi siswa menjelaskan inovasi masing-masing menggunakan bahasa Inggris,” katanya. (rls/tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here