Kabarnusantaranews, Makassar ;– Pergerakan Rakyat Pinggiran (PERANG) akan lakukan aksi besar besaran di depan kantor Kejati Sulsel terkait mark up anggaran bantuan sosial di kabupaten Barru.

Jendral lapangan PERANG, Ansar mengatakan bahwa kuat dugaan ada mark up anggaran yang dilakukan oleh Dinas Sosial kabupaten Barru.

“Sesuai hasil investigasi teman-teman di lapangan bahwa kuat dugaan kami ada mark up anggaran yang di lakukan oleh Dinas Sosial,” ujarnya, Sabtu (25/7).

Ansar juga menambahkan, sejumlah warga miskin yang menerima bantuan pangan non tunai (BPNT) di desa Garessi kecamatan Tanete Rilau kabupaten Barru mengeluhkan kualitas tempe dan ikan ia terima.

“Sudah 2 kali penyaluran ikan dan tempe yang diterima masyarakat tapi kualitasnya sangat tidak layak untuk dikonsumsi,” bebernya.

Penerima BPNT di 55 desa atau kelurahan pada 7 kecamatan telah di temukan 1955 data ganda penerima BPNT yang telah di cairkan oleh koordinator tenaga kesejahteraan sosial kabupaten Barru.

Terpisah, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Barru, Ryan Adriansyah mengatakan, Penyidik saat ini melakukan pengumpulan data (Puldata) dan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) terhadap anggaran Bansos yg terjadi di kabupaten Barru.

“Adapun perkembangannya akan dihubungi,” jelasnya

Diketahui, Pergerakan Rakyat Pinggiran (PERANG) akan melakukan aksi unjuk rasa pada hari Senin 27 Juli 2020 di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here