Sunday, August 14, 2022
HomeSOSIAL & KESRAPenduduk Miskin di Makassar Meningkat Seiring Pandemi, Ini Penjelasan Legislator PAN

Penduduk Miskin di Makassar Meningkat Seiring Pandemi, Ini Penjelasan Legislator PAN

- Advertisement -

Kabarnusantaranews,Makassar;– Angka kemiskinan di Kota Makassar mengalami peningkatan seiring dengan pandemi Covid-19. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Makassar menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin 2021 mencapai 74.690 jiwa. Angka ini meningkat 4.710 jiwa dari total penduduk miskin 2020 yang mencapai 69.980 jiwa.

Sekretaris Komisi D DPRD Makassar Sahruddin Said mengatakan ada banyak faktor kemiskinan. Menurutnya, ada yang tiba-tiba miskin lantaran di PHK.

“Banyak yang di PHK, selama Covid-19 memang angka kemiskinan bertambah,” kata Sahruddin Senin, 7 Februari 2022.

Menurutnya, pemulihan ekonomi di tengah Covid-19 memunculkan dilema bagi masyarakat. Di satu sisi, masyarakat dipaksa untuk tak banyak bergerak, namun sisi lain dilarang melakukan tindakan yang melanggar protokol kesehatan.

“Jadi bingung, tapi harus tetap mengikuti anjuran pemerintah karena kalau melanggar bahaya juga risikonya,” tuturnya.

Di sisi lain, Legislator PAN ini menilai ekonomi di Kota Makassar tak terlalu terpuruk bila dibandingkan dengan daerah lain.

Sebelumnya, Kepala BPS Makassar Syahrir Wahab mengatakan pada 2019 jumlah penduduk miskin masih 65.120 jiwa. Ia mengatakan selama tiga tahun berturut-turut jumlah penduduk miskin terus bertambah. 

Sempat terjadi penurunan pada 2017 ke 2018. Dari jumlah 68.190 jiwa pada 2017 turun menjadi 66.220 jiwa pada 2018.

Selain itu garis kemiskinan yang dihitung berdasarkan pendapatan per kapita per bulan juga mengalami peningkatan. Dalam lima tahun terakhir sejak 2017, garis kemiskinan di Makassar berkisar pada angka Rp366.430, naik menjadi Rp386.545. 

Lalu naik menjadi Rp418.830, naik lagi pada 2020 menjadi Rp442.513 dan menjadi Rp475.444 pada 2021 ini. 

Syahrir menduga pengaruh pandemi Covid-19 memberi dampak terhadap kenaikan angka kemiskinan ini. Terutama rentang 2020 hingga saat ini. 

“Mungkin dari dampak pandemi Covid-19 memberi andil besar yang menyebabkan angkatan kerja kehilangan pekerjaan atau pendapatan,” tutur Syahrir.

- Advertisement -


RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -







Most Popular

Recent Comments