Kabarnusantaranews, Makassar;- Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, menerima kunjungan Tim United States Agency for International Development (USAID) Jalin, di Baruga Lounge Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (26/11).

Hadir dalam pertemuan tersebut, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Bachtiar Baso, dan Dr Ati selaku Manager USAID Jalin Sulsel.

Chief Of Party (COP) USAID Jalin, Ella Hoxa, mengatakan, USAID Jalin bermitra dengan Kementerian Kesehatan untuk melindungi Ibu dan bayi baru lahir di Indonesia. Amerika Serikat dan Indonesia berkomitmen untuk bekerja sama dalam menyelamatkan kehidupan ibu dan bayi yang baru lahir.

Menurutnya, USAID Jalin mendukung kegiatan di 120 kabupaten prioritas Pemerintah Indonesia, untuk Kesehatan Ibu dan Bayi baru lahir (KIB) tingkat nasional, dan telah hadir di 65 kabupaten di enam provinsi.

Yakni Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, dan Jawa Barat.

Hasil identifikasi USAID Jalin, 25 persen kematian ibu hamil dan bayi pada saat perjalanan ke rumah sakit dan 75 persen pada saat di rumah sakit.

Sehingga, pihaknya berkesimpulan bahwa salah satu penyebab tingginya kematian adalah penanganan di rumah sakit.

“Dari kesimpulan 75 persen kematian ibu dan anak pada saat di rumah sakit, maka tim USAID akan memperkuat metode pelayanan dengan melakukan pendampingan dan mentoring,” tambahnya.

Lebih lanjut Ella Hoxa menjelaskan, pihak USAID telah melakukan identifikasi tiga metode penurunan angka kematian bayi dan ibu yang telah dilakukan pemerintah, yang dinilai berhasil di tiga tempat.

Yaitu Bone, program bola assedding (pertemuan ibu hamil dan menyusui dan tenaga kesehatan untuk membahas bersama-sama masalah kehamilan, gizi dan lainnya.

Di Bulukumba, proram donor darah untuk ibu hamil. Dan program ambulans laut di Pangkep.

Sementara, Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan, pertemuan membahas seribu hari pertama kehidupan dan diprioritaskan di enam provinsi.

Salah satunya adalah Sulsel, dan kabupatennya adalah Gowa menjadi pilot project untuk intervensi program ini.

“Mereka akan menjalankan program ini dengan mengidentifikasi angka kematian yang banyak terjadi dan saat ini akan diintervensi angka kematian ibu dan bayi yang baru lahir di Gowa,” ujarnya.

“Mereka sudah memiliki mitigasi solusi, tentunya ada sekitar 71an dan ini memperbaiki angka kematian yang sudah tidak bisa lagi ditekan. Dan Alhamdulillah kami juga memiliki program, yakni seribu hari kehidupan pertama dengan mengintervensi anggaran sebesar delapan miliar rupiah,” sambungnya.

Ia berharap agar tim USAID Jalin dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel serta kabupaten/kota, bisa bersinergi dengan mengikutsertakan peran universitas, dalam hal ini Universitas Hasanuddin. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here