Kabarnusantaranews, Makassar;- Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendukung kemampuan penguasaan bahasa asing bagi pemuda-pemudi sebagai penurus generasi bangsa.

“Gubernur Sulsel kita, Prof. Nurdin Abdullah sangat mendukung penguasaan bahasa asing bagi anak-anak kita, para pemuda-pemudi sebagai generasi penurus bangsa,” kata Asisten III (Administrasi) Tautoto Tanaranggina saat membuka Satu Dekade TOEFL Akbar Briton.

TOEFL Akbar 2019 merupakan salah satu kegiatan rutin Briton English Education dalam mewujudkan Makassar Going Global.

“Kegiatan seperti ini tentu didukung oleh Pemprov Sulsel,” sebutnya.

Didukung oleh Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar, dan Dinas Pendidikan Provinsi, tahun ini Briton kembali menggelar TOEFL Akbar yang ke 10 tahun di Fourpoints Hotel by Sheraton pada Minggu, 3 November 2019.

Kegiatan ini diikuti oleh 1.000 peserta TOEFL test dari seluruh kalangan masyarakat yaitu mahasiswa, pelajar, karyawan dan umum.

Event ini bertujuan mengedukasi masyarakat akan pentingnya Bahasa inggris, yang wajib dipersiapkan sejak dini. Serta membantu pencari beasiswa untuk mengetahui cara mendapatkan beasiswa belajar di luar negeri.

Kegiatan ini talkshow diisi oleh Senior Manager PT. Badak LNG, Nasrul Syahruddin yang memberikan arahan terkait segi kualifikasi dalam menentukan calon penerima beasiswa dan karyawan di PT Badak.

Nasrul Syahruddin mengatakan, generasi muda di Sulsel harus memiliki sumber daya yang berkualitas dan kemampuan bahasa Inggris untuk mendukung Sulsel sebagai daerah penyangga ibu Kota Baru di Kalimantan Timur.

“Ini diperlukan karena Makassar, Sulawesi Selatan sebagai daerah penyangga atau pendukung Ibu Kota baru,” ujarnya.

Speaker Talkshow dari top penerima beasiswa International juga dihadirkan di antaranya Pratiwi Hamdana dari University of Warwick UK, Chevening Awardee Aldyansyah pada Bereau of Educational and Cultural Affairs US, Fullbright Awardee Musawwir Muhtar pada Wageningen University and Research The Netherlands (Belanda), LPDP Awardee Soma Salim dari University of Bristol UK, serta LPDP Awardee Nurlaela Jufri dari The University of Melbourne Australia.

Dalam talkshownya, para penerima beasiswa tersebut memaparkan pengalaman bagaimana mereka mendapatkan beasiswa dan pengalaman saat tinggal di negara orang lain. Aldiansyah selaku penerima beasiswa dari Fullbright mengatakan “Fight for your dream scholarship; your passion and drive will take you places (Berjuang untuk beasiswa impian Anda; gairah dan dorongan Anda akan membawa Anda ke mana-mana),” sebutnya.

Sementara itu Ulva Nilawaty, Ketua panitia kegiatan TOEFL Akbar mengungkapkan dengan adanya Score TOEFL yang diperoleh dari kegiatan ini bisa dimanfaatkan sebagai syarat masuk mendaftar ke perguruan tinggi, sebagai syarat untuk mendapatkan beasiswa, syarat melamar pekerjaan, serta syarat kenaikan jabatan di perusahaan.

William Ardi, salah satu peserta TOEFL Akbar yang juga merupakan Alumni salah satu perguruan Tinggi Negeri di Makassar mengungkapkan dirinya merasa senang bisa ikut dalam kegiatan ini.

Karena, selain bisa mengetahui score TOEFL yang dimilikinya, dirinya juga berkesempatan untuk banyak belajar tentang bagaimana mendapatkan beasiswa keluar Negeri.

“Awalnya sih niatnya ingin mencari sertifikat TOEFL saja, karena memang itu menjadi syarat untuk lamaran kerja saya di BUMN, nah ternyata acara ini memang dikemas dengan luar biasa, jadi kita yang datang bisa dapat ilmu banyak, terutama tentang potensi untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri,” paparnya.(*)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here