Kabar Nusantara News;- Ketua Bidang Pengembangan Anggota Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Helmi Yunan menyampaikan bahwa agenda simposium merupakan respon atas dinamika zaman dan perubahan sosial yang terus berkembang.Jakarta (11/04/2018)

Helmi mengaku, saat ini dinamika di internal HMI dirasa semakin tinggi. Mengingat HMI telah menjadi organisasi terbesar dengan 700 ribu kader yang tersebar di seluruh Indonesia. Bahkan banyak alumni HMI yang mengisi pos-pos stake holder yang mempengaruhi lajunya pertumbuhan ekonomi, sosial, politik, hukum, dan budaya di Negeri ini.

“Kondisi internal HMI yang sejak tahun 1986 terbentuk Majelis Penyelamat Organisasi HMI, saat ini perlu adanya kajian dan hubungan yang intensif dalam rangka rekonsiliasi organisasi,” ucap Helmi dalam acara Simposium yang dilaksanakan oleh HMI Korkom Universitas Muhammadiyah Malang, di hotel UMM Inn. Selasa (10/4).

Di sisi lain, Pria asal cabang surabaya itu mengajak para kader HMI agar selalu menjaga silaturahmi dengan semua pihak demi kamajuan HMI di masa mendatang.

“Simposium adalah agenda silaturahmi PB HMI dengan saudara kandungnya yaitu MPO. Dalam rangka menyatukan visi dan semangat untuk membangun bangsa,” terang mahasiswa Institut Teknologi Surabaya.

Ia juga membeberkan mengenai pergolakan HMI di tahun 1986, pada waktu itu HMI terpecah menjadi dua antara Dipo dan MPO.

“Sejak diberlakukanya asas tunggal oleh pemerintah orde baru.PB HMI Dipo harus mengambil jalan tengah untuk menyelamatkan organisasi ini agar tidak dibubarkan oleh pemerintah. Sementara MPO tetap mempertahankan asas islamnya. Namun di masa Anas Urbaningrum HMI kembali menggunakan asas Islam,”ujar Helmi.

Seperti diketahui, acara ini dihadiri oleh Ketua Dewan Penasehat MN KAHMI Akbar Tanjung, Presidium MN KAHMI Ahmad Doli Kurnia, Ketua Umum PB HMI MPO Zuhad Aji Firmantoro dan Presidium MD KAHMI Kota Malang Lutfi J Kurniawan.

Penulis : FA || Editor : Arwan

Irfan Darmawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here