Kabar Nusantara News;- Pesta Demokrasi 5 tahunan Indonesia telah usai digelar 17 April 2019.Makassar (19/04/2019)

Namun hasil Pemilu 2019 baru akan diketahui dua minggu setelah Pemilu digelar.

Meski demikian, Pada 17 april lalu, 40 Lembaga Survei yang terdaftar di secara resmi di KPU melalukan Quick Count atau perhitungan cepat Pilpres 2019 dan Partai yang Lolos PT.

Alhasil, Hampir seluruh Quick Count memenangkan Capres-Cawapres 01 Joko Widodo-K.H Ma’ruf Amin dengan persentase sekitar 55 persen.

Sementara Capres-Cawapres 02 Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno berada di posisi 45 Persen.

Sehingga, capaian yang diraih Pasangan 01 melalui QC dianggap sarat akan kecurangan dan kesalahan oleh kelompok 02.

Menanggapi hal tersebut, Pengurus PB HMI periode 2018-2020 Pahmuddin Cholik M.Pd menyampaikan kepada masyarakat agar tetap tenang.

Menurut mantan Ketua Badko HMI Sulselbar ini, Masyarakat jangan berdebat dan saling menyalahkan di pilpres 2019 ini.

“Kita harap masyarakat tetap tenang, hasil Quick Count jangan di jadikan masalah, kita tunggu Real Count dari KPU.”Kata Pahmuddin Via Telpon, Jumat 19/04.

“Mari kita percayakan KPU, Bawaslu dan aparat keamanan dalam hal ini Polri-TNI untuk mengawal jalannya Pemilu damai.”Tutupnya.(*)

Berikut Himbauan Pahmuddin Cholik selaku Pengurus PB HMI 2018-2020 :

Himbauan…..

Sebagai warga negara Indonesia yang baik adalah masyarakatnya santun, beradab dan berbudaya, semangatnya merawat keutuhan benrbangsa dan bernegara tercermin disaat pesta demokrasi itu usai.

Berbesar hati memberi ucapan selamat pada pesaingnya setelah penyelenggara resmi memberi kabar pemenangan salah satu peraih suara terbanyak.

Nilai-nilai demokrasi itu perlu dijunjung tinggi siap kalah dan menang tidak hanya menjadi prasasti yang tidak bermakna apa-apa. Dengan demikian saya mengHimbau kepada segenap warga bangsa:

1.Meminta kepada segenap warga negara untuk bersabar menunggu Hasil pleno resmi KPU RI. Rasa cinta dan sayang kita mengapresiasi penyelenggara yang sedang berupaya bekerja sekuat tenaga untuk merampungkan secara utuh hasil perolehan suara secara keseluruhan.

2.Meminta kepada semua stasiun TV. Media online untuk tidak mempublis informasi yang berbau propokasi antara sesama warga negara.

3.Meminta kepada seluruh lembaga survei untuk tidak mempublis hasil kerjanya, sebaiknya hasil kerja mereka hanya menjadi bahan dirkursus masing-masing tim pemenangan.

4.Menghimbau kepada segenap warga Negara Indonesia untuk tetap menjaga stabilitas kehidupan berbangsa dan bernegara, jangan terpropokasi dengan issu yang menyesatkan, mengklaim kemenangan sepihak.

5.Kebebasan memilih pemimpin sudah usai, tanggung jawab kita ikhlas menerima hasil penetapan pelaksana nantinya.

6. Para tokoh agama, akademisi dan budayawan diharapkan untuk menjadi penyejuk hati ummat manusi saat sekarang ini.

Pemilu telah usai, semua pihak harus menerima hasil politik yang akan diumumkan KPU diwaktu yang telah ditentukan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here