Kabar Nusantara News ;–Panitia Khusus (Pansus) Ranperda Penyertaan Modal Bank Pembangunan Daerah (BPD) menetapkan nilai penyertaan modal ke Bank Sulselbar Rp100 miliar saat rapat pansus berlangsung di ruang badan anggaran (Banggar) DPRD Makassar, Senin (24/09/2018).

Sebelum nilai penyertaan modal itu ditetapkan, rapat pansus berjalan alot. Lantaran sejumlah anggota pansus mengusulkan untuk menambah nilai penyertaan modal Rp200 miliar, melebihi usulan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar Rp100 miliar.

Ketua Pansus Ranperda, Syamsuddin Kadir menjelaskan, alasan penambahan nilai diusulan karena PT Bank Sulselbar dianggap terbukti mampu mendongkrak pendapatan daerah dalam waktu singkat.

“Saya harus akui ini cukup menguras tenaga dan pikiran. Beberapa teman berharap untuk Rp200 miliar dan beberapa hanya bersedia untuk Rp100 miliar. Semua punya argumen yang berbeda-beda dan masuk akal. Yang menginginkan Rp200 miliar itu beralasan bahwa dengan Rp200 miliar kita punya deviden itu akan besar, dan kemungkinan kembalinya modal ke pemkot, yang ditanam di BPD itu dalam waktu tiga tahun lebih itu sudah kembali semua Rp200M,” jelasnya usai rapat pansus.

Sementara itu, beberapa anggota pansus tidak menyetujui usulan penambahan nilai Rp200 miliar lantaran dinilai membebani keuangan daerah. Apalagi, pemerintah masih memiliki beberapa program pembangunan infrastruktur, seperti drainase, jalan, dan jembatan yang harus diselesaikan.

“Sekarang ini di bulan 9, sebentar lagi masuk di musim penghujan yang otomatis perlu dana untuk perbaikan perbaikan drainase sehingga kota kita tidak kebanjiran. Sehingga teman teman menyepakati 100M,” tambahnya.

Selain itu, nilai penyertaan modal Rp200 miliar, tambahnya, akan melampaui nilai investasi pemerintah provinsi Sulawesi Selatan yang merupakan pemilik saham tertinggi di perusahaan. Meski tak menyalahi aturan, namun ia menilai penyertaan modal dengan angka tersebut dianggap pemborosan anggaran. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here