Kabar Nusantara News;- Putusan PT TUN yang mengabulkan gugatan calon walikota dan wakil walikota Makassar nomor urut satu, Munafri Arifuddin – Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) untuk menganulir pencalonan pasangan Moh Ramdhan “Danny” Pomanto – Indira Mulyasari (DIAmi), tidak begitu mempengaruhi tim DIAmi.

Agenda-agenda kampanye DIAmi yang rutin tiap hari tetap berjalan bahkan kian menambah amunisi untuk pasangan jalur independent.

Ketua Tim Intifadah DIAmi, Nasran Mone menyakini yang terjadi pada pasangan DIAmi adalah proses yang akan dilewati untuk menuju kemenangan bersama rakyat.

“Agenda silaturahmi terus berjalan. Bahkan makin bersemangat. Apalagi berbagai komunitas bertambah karena meminta bergabung untuk pasangan DIAmi,” kata Nasran Mone, Kamis (22/3).

Hari ini kata mantan Anggota DPRD Makassar tiga periode itu, komunitas
mengatasnamakan Sodiak (solidaritas Danny-Indira) bergabung.

“Iya (Sodiak) dari Kapasa (Biringkanaya) menyatakan masuk dalam barisan memenangkan DIAmi,” terangnya.

Oleh karena itu, kesyukuran tersendiri kata Nasran Mone, kepercayaan kepada incumbent DIAmi tidak luntur. “Ini hikmah dari proses yang ada. Kita sama-sama berdoa dan berjuang untuk Makassar yang lebih ditangan DIAmi,” sambungnya.

Hal sama diungkapkan Koordinator Dewan Pengarah Markas Perlawanan Rakyat (Menara) DIAmi, Djusman AR mengatakan bahwa pihaknya enjoy-enjoy saja dengan putusan tersebut.

“Putusan itu belum Inkra. KPU kan masih akan lanjut kasasi ke MA. Kita enjoy saja. Yang begini mah sudah biasa. Jalan yang berliku tentu akan lebih indah dan memberikan hasil akhir yang lebih berkualitas nanti. Ingat tak ada pelaut ulung yang lahir dari laut yang tidak berombak,” kata pejuang anti korupsi ini, kemarin, Rabu (21/3/2018).

Ia menjelaskan, putusan PT TUN justru semakin memperkuat soliditas tim pemenangan DIAmi dalam mengawal suara rakyat agar tidak direcoki oleh kelompok elit tertentu yang teramat bernafsu merebut kekuasaan rakyat secara instan melalui skenario kotak kosong.

“Pihak DIAmi sangat menghargai putusan tersebut. Itulah demokrasi. Dan biarkanlah sengketa itu berproses sampai ke MA. Jangan dihalang-halangi dengan alasan anggaran dan lain-lain,” kata Djusman.

“Putusan ini justru semakin menguatkan semangat tim dan menambah solid tim kami memperjuangkan dan mengawal suara rakyat. Yang pastinya DIAmi senantiasa bersama rakyat, bukan bersama kelompok elit,” lanjutnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here