Kabarnusantaranews, Makassar;- Komunitas Driver Ojek online (Ojol) menggelar Aksi damai, Jumat (15/11) sore, di Monumen Mandala, Jalan Jendral Sudirman, kota Makassar. Hal itu dilakukan sebagai bentuk penolakan terorisme dan kecaman terhadap pelaku bom bunuh diri yang menggunakan atribut ojol di Polrestabes Medan beberapa waktu lalu.

Aksi ini juga dirangkaikan dzikir dan doa bersama, setelah itu mereka berorasi sambil membentangkan spanduk bertuliskan ojol bukan teroris.

Dewan Pembina Ojol Makassar, Andi Nurhaldin NH disela kegiatan menyampaikan, mengecam aksi bom bunuh diri yang terjadi di Medan. Ia menegaskan bahwa pelaku bukanlah bagian dari keluarga ojol.

“Pelaku bom bunuh diri di Medan itu bukan dari keluarga kami teman-teman ojol, bisa jadi ada oknum yang memanfaatkan situasi memakai atribut ojol yang mungkin tercecer.” ucap Nurhaldin.

Wakil Ketua III DPRD kota Makassar ini juga mengungkapkan, akibat insiden tersebut, sejumlah driver ojol kerap dicurigai jika mengantarkan pesanan di gedung atau mall dan kompleks perumahan.

“Ada teman teman driver ojol yang merasa risih di lapangan, akibat insiden itu (bom bunuh diri) mereka kalau mau masuk gedung disuruh melepas jaketnya dulu. Bahkan ada yang mau masuk ke komplek disuruh simpan kendaraannya di pos satpam, barangnya diperiksa dulu sebelum diantarkan ke pelanggan.” katanya

Lanjut Nurhaldin, Terkadang pelanggan lama menunggu pesanannya sampai marah-marah dan memberikan penilaian tendah (bintang satu).

Meski sangat berdampak di kota Makassar, Nurhaldin berpesan kepada driver ojol supaya tidak perlu khawatir dengan peristiwa tersebut, karena Ia meyakini bahwa pelaku bukan lah Driver ojek online. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here