Kabarnusantaranews,Makassar;– Ketua DPRD Kota Makassar Rudianto Lallo menilai Pj Wali Kota Prof Rudy Djamaluddin seharusnya menyambut kedatangan Wali Kota Makassar terpilih Moh Ramadhan ‘Danny’ Pomanto.

Hal itu ia sampaikan menanggapi sikap Prof Rudy Djamaluddin enggan menemui tim transisi bentukan Danny Pomanto. Tim tersebut terdiri dari pakar, akademisi, tokoh, hingga politikus.

Terbaru Prof Rudy Djamaluddin tidak hadir dalam Rapat Paripurna Pengumuman Penetapan Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih, Kamis (28/1) siang.

Prof Rudy juga tidak hadir dalam Rapat Pleno KPU Makassar ketika menetapkan Wali Kota Makassar terpilih, Sabtu (23/1/2021) lalu.

Rudianto Lallo mengatakan Pj Wali Kota Makassar Prof Rudy Djamaluddin seharusnya mengambil peran mewujudkan kesejukan pemerintahan dan tensi politik seusai pesta demokrasi Pilwali Makassar 2020.

Untuk itu ia menilai Pj Wali Kota semestinya memberi karpet merah kepada Danny Pomanto dan Fatmawati Rusdi.

“PJ Wali Kota harusnya kasih karpet merah untuk Wali Kotanya supaya ada kesejukan di tengah panasnya pilkada kemarin,” katanya kepada wartawan di Gedung DPRD Makassar, Kamis (28/1).

Legislator berlatar belakang pengacara ini mengingatkan, salah satu tugas Pj Wali Kota adalah menyukseskan penyelenggaraan pilkada di Kota Makassar.

Oleh karena itu, Rudianto menilai, Pj Wali Kota Makassar mestinya mengambil peran memastikan pergantian pimpinan berjalan mulus tanpa ada hambatan dan intrik politik.

“Ini masih bagian tahapan pilkada, itu masuk poin tugasnya,” ujarnya.

Rudianto Lallo berharap pergantian kepemimpinan berjalan sejuk tanpa ada intrik-intrik politik. Ia juga mengingatkan pesan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah agar hadir rekonsiliasi sesuai Pilkada serentak 12 kabupaten kota se-Sulsel.

“Pesan rekonsiliasi Gubernur harusnya ditafsirkan Pj Wali Kota menginisiasi menyambut Pak Danny dan Ibu Fatma sebagai pemimpin baru kita di Makassar,” katanya.

“Jangan Gubernur berpesan rekonsiliasi tapi Pak Pj langkah-langkahnya di Makassar berbanding terbalik dengan ucapan gubernur,” tambahnya.

Sebelumnya Pj Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin mengaku tidak punya kepentingan apapun untuk bertemu dengan tim transisi bentukan Walikota terpilih, Danny Pomanto.

Menurutnya, saat ini ia hanya fokus bekerja jelang masa jabatannya, apalagi sebagai jabatannya Pj Walikota akan segera berakhir.

“Kalau saya sih, bukan ada atau tidak, tapi perlu atau tidaknya pertemuan itu. Menurut saya, tidak ada urgensi, karena ini kan sudah ditetapkan, kewajiban saya, apa yang saya jalankan sudah pada batas akhir,” ujar kepada wartawan, Rabu (27/1/2021).

Menurutnya, yang terpenting adalah, tim transisi tersebut melakukan ulasan terhadap kondisi pemerintahan saat ini. Apalagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sudah ada.

“Terpenting itu adalah, mereka mempersiapkan kalau sudah masuk apa yang mau dibikin, nah ini kan APBD sudah ada, jadi sudah siap rumusannya. Jadi kalau dia (Danny) masuk sudah lalukan review, itu yang penting,” katanya

Kalaupun nanti ada program yang tidak sejalan dengan visi misi Danny Pomanto, mereka bisa melakukan perubahan di APBD-P.

“Jadi tidak perlu lagi ada diskusi. Adapun nanti dia masuk untuk melakukan perubahan kalau melihat itu kurang mendukung dari sisi apa yang dia bayangkan. Di mana saluran penyalurannya ada di APBD-P nanti,” katanya.

“Saya kira itu yang penting, review, supaya nanti APBD-P sudah punya bahan. Yang baik mau lanjutkan silahkan, yang dianggap tidak baik adalah kewenangan. Ada memang jalurnya,” sambungnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here