Kabar Nusantara News;- Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kekominfo) menghimbau kepada masyarakat Indonesia agar tidak menyebar Konten Video penyerangan Brutal yang terjadi di Selandia Baru.Jakarta (15/03/2019)

Hal ini disampaikan melalui Siaran Pers dengan Nomor 58/HM/KOMINFO/03/2019 dengan lima poin yang menegaskan melarang keras penyebaran Konten Video.

Berikut Himbauan KOMINFO terkait pelarangan penyebaran Konten Video kekerasan Selandia Baru :

Siaran Pers No. 58/HM/KOMINFO/03/2019

Jumat, 15 Maret 2019

Tentang Imbauan Agar Tak Sebar Konten Video Kekerasan Selandia Baru.

1. Kementerian Komunikasi dan Informatika mengimbau agar warganet dan masyarakat tidak menyebarluaskan atau memviralkan konten baik dalam bentuk foto, gambar, atau video yang berkaitan dengan aksi kekerasan berupa penembakan brutal yang terjadi di Selandia Baru.

2. Kementerian Kominfo mendorong agar masyarakat memperhatikan dampak penyebaran konten berupa foto, gambar atau video yang dapat memberi oksigen bagi tujuan aksi kekerasan, yaitu membuat ketakutan di masyarakat.

3. Konten video yang mengandung aksi kekerasan merupakan konten yang melanggar Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

4. Kementerian Kominfo terus melakukan pemantauan dan pencarian situs dan akun dengan menggunakan mesin AIS setiap dua jam sekali. Selain itu, Kementerian Kominfo juga bekerja sama dengan Polri untuk menelusuri akun-akun yang menyebarkan konten negatif berupa aksi kekerasan.

5. Kementerian Kominfo juga mendorong masyarakat untuk melaporkan melalui aduankonten.id atau akun twitter @aduankonten, jika menemukenali keberadaan konten dalam situs atau media sosial mengenai aksi kekerasan atau penembakan brutal di Selandia Baru.(Hms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here