Kabarnusantaranews,Lutra– Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai peserta musda Komite Nasional Pemuda Indoneaia (KNPI) SATU NAFAS kabupaten Luwu Utara keluar dari forum pada pukul 01:10 dengan menyatakan sikap lock out dari musda tersebut dengan alasan yang begitu Rasional, Sabtu (27/12/20).

Ketua umum HMI Kom I La Galigo Reski menganggap dan menilai bahwa, kegiatan musda KNPI bukan lagi ajang musyawarah berdemokrasi, tetapi lebih kepada otoritas dari pimpinan sidang.

“Dalam persidangan kita sudah tau bahwa keputusan berada pada musyawarah yang disepakati oleh peserta sidang. Namun yang terjadi dalam musda tersebut bukan lagi bentuk musyawarah, karena hal-hal yang telah disepakati dalam pembahasan tatib kembali dilanggar oleh pimpinan sidang dan tidak mau mendengar serta mempertimbangkan saran dan masukan dari peserta sidang (HMI),” ucapnya.

Alasan yang lebih spesipik dari ketua umum HMI Kom I La Galigo mengenai, dinamika forum musda tersebut yaitu di dalam sidang pleno IV tentang pembahasan sidang komisi, (A) Keorganisasian (B) Program Kerja Daerah (C)Rekomendasi Ketiga pembahasan itu dalam sidang pleno IV dihilangkan dalam forum musda tersebut. Sedangkan kami berharap penuh tentang aspirasi kami dalam forum tersebut itu dapat menjadi rujukan kita dalam membangun kreatifitas pemuda tingkat kabupaten.

Bukankah keputusan tertinggi dari KNPI kabupaten/kota berada pada musda, sedangkan hal-hal yang mestinya diputuskan berdasarkan musyawara malah ditetapkan secara sepihak, tidak menunggu diskusi lama langsung ditetapkan begitu saja.

“Kita bukan lagi anak kecil yang nurut meski tidak sesuai dengan unsur kebenarannya, ini juga menyangkut orientasi KNPI dalam masa 1 periode selanjutnya, sebagai harapan agar KNPI SATU NAFAS dapat membawa aspirasi forum musda dalam program kerja sebagai rujukan mufakat untuk kebaikan generasi pemuda,” cetusnya. (rls/tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here