Kabarnusantaranews, Makassar;- Menyambut peringatan HUT ke 74 RI pada pekan depan, Ketua TP PKK Provinsi Sulsel bersama Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan menggelar acara silaturahmi dengan keluarga pahlawan nasional, janda perintis kemerdekaan, veteran, wredatama dan panti asuhan di gedung Baruga Karaeng Pattingalloang, Jumat (9/8).

Pada acara yang dibuka oleh Sekprov Sulsel Abdul Hayat Gani, Lies F. Nurdin selaku ketua TP PKK Sulsel berkesempatan untuk memberikan piagam penghargaan kepada perwakilan keluarga pahlawan secara langsung.

“Alhamdulillah sangat bahagia kita bisa berada di tengah-tengah para pejuang kita. Mereka sangat senang mendapat sertifikat sebagai bentuk pengakuan dan juga penghargaan dari negara yang mereka sangat hargai dan banggakan,” jelas Lies.

Sebanyak tiga belas perwakilan keluarga pahlawan nasional, dua orang janda perintis kemerdekaan, sepuluh orang veteran dan wredatama mendapat piagam penghargaan yang telah ditandatangani oleh Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.

Selain itu, empat panti asuhan yang diundang juga mendapat bingkisan dari Dinas Sosial dan Ketua TP PKK Sulsel.

Ketua TP PKK Sulsel yang juga berprofesi sebagai dosen Perikanan dan Kelautan UNHAS ini juga mengatakan bahwa piagam tersebut merupakan bukti rasa cinta dan sayang yang diberikan agar kelak piagam tersebut bisa dipajang dan anak cucu para pahlawan bisa melihat nama-nama kakek dan nenek mereka sebagai sebuah kebanggaan tersendiri.

Lies selaku Ketua TP PKK Prov. Sulsel juga mengungkapkan pentingnya peran para pahlawan bagi kehidupan kita saat ini.

“Kita tidak bisa seperti ini kalau bukan mereka (pahlawan) yang berjuang. Kita harus hargai dengan mengingat perjuangan mereka dengan mengadakan silaturahmi seperti ini,” ungkapnya.

Pada kesempatan ini, Lies pun menitipkan pesan untuk para anak muda penerus bangsa.

“Harapan kita pasti sangat besar ke mereka. Mereka memang tidak berjuang lagi seperti para pahlawan dahulu, tetapi mereka juga harus diperlihatkan perjuangan-perjuangan para pahlawan,” terangnya.

Nantinya menurut Lies, akan diadakan pembinaan untuk anak dan remaja lewat program Pola Asuh Anak Remaja (PAAR).

“Kita harus turun langsung bertemu anak-anak dan remaja untuk mensosialisasikan gerakan jauhi narkoba, seks bebas, mengaktifkan masjid ramah anak, dan PAAR. PKK turun langsung, orang tua juga harus ikut serta. Nanti kita juga akan membuat perpustakaan lorong,” tutup Lies.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here