Kabarnusantaranews,Makassar;– Aksi (Unras) yang dilakukan Front Mahasiswa Anti Korupsi (FMAK) mendobrak masuk kedalam kantor Dinkes provinsi Sulsel, Senin (29/16/2020).

Aksi tersebut merupakan suatu aspirasi rakyat Sulsel, untuk memperhatikan kondisi yang dialami oleh rakyat miskin yang dibebani dengan adanya pembiayaan Rapit tes, diluar daripada pendapatan ekonomi rakyat yang sangat menurun diakibatkan oleh Pandemi Covid-19.

Pada aksi tersebut, Jendral Lapangan Darmian menyampaikan bahwa Dinkes seharusnya ada dikantor dan menemui untuk beraudiensi tentang tranparansi angggaran Covid-19.

“Sesuai UU no 14 Thn 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, UUD 1945 pasal 28F tentang Setiap orang berhak berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk pribadi dan kehidupan sosialnya,” salutnya.

Lanjut Darmian, menyampaikan bahwasanya Kepala Dinkes tidak ada dikantor padahal hari ini adalah jam kerja tepatnya.

Massa aksi menyampaikan untuk mendobrak masuk kedalam untuk bertemu menemui Kepala Dinkes membahas segala tuntutan. Namun ada Kasubag Umum yang katanya mewakili kepala Dinkes untuk kemudian tuntutan dari FMAK akan disampaikan ke kepala Dinkes.

“Kami meminta kepala Dinas Kesehata untuk dapat bisa memberikan penjelasan terkait anggaran Covid-19,” tutur massa aksi.

Namun pihak masa aksi dari FMAK, tidak menerima Kasubag umum karena bukan kewenangan kasubag umum untuk menjelaskan Anggaran Covid-19 tersebut.

Ketua Umum FMAK Bogin Wijaksana, sempat berdiskusi dengan Kabag bagian umum.

“Apakah ibu tahu dan bisa menjelaskan berapa anggaran Covid-19 yang disalurkan sesuai aturan yang berlaku untuk masyarakat yang terdampak Covid-19?,” tutur Bogin.

Tetapi kasubbag umum tidak bisa menjawab karena alasannya bukan kewenangan.(rls/tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here