Kabar Nusantara News;- Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Forum Mahasiswa Tambang Maluku Utara (FORMAT-M. U) Makassar Sukses menggelar Diskusi Publik. Makassar (25/1/2019)

Diskusi yang di laksanankan pada kamis malam, 24 Januari 2019 ini Bertempat di Marami Cafe dengan mengangkat tema, “Analisis Investasi Nasionalisasi Aset, Solusi atau bencana”

Turut hadir sebagai narasumber bapak Ir. Djimi Abdullah dari Dinas Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulsel dan direncanakan dihadiri juga oleh DR. Phil. Nat. Sri Widodo, sebagai perwakilan akademisi,namun berhalangan hadir karena sesuatu alasan.

Diskusi yang dipandu oleh moderator Darwin Mahyudin, ST. yang juga merupakan alumni FORMAT-M.U Makassar Sekaligus mahasiswa pascasarjana Universitas Hasanudin (Unhas) progran studi Teknik Lingkungan.

Menurut Ir. Djimi Abdullah, Tiga faktor yang menjadi tantangan industri di Indonesia sejak dari dulu.

“ada tiga faktor yang dari dulu menjadi tantangan industri pertambangan di Indonesia yaitu modal, teknologi, dan regulasi.”Ungkapnya dihadapan para peserta, Kamis 24/01.

Kita punya banyak engineer hebat tapi tidak bisa melakukan apa – apa karena tidak didukung dengan kemampuan teknologi yang mumpuni, sedangkan pengadaan teknologi di bidang pertambangan butuh modal yang besar, dalam hal contoh akuisisi saham Freeport misalnya.

Selain teknologi dan uang,  pemerintah terkendala regulasi berupa perjanjian antara pemerintah dan pihak FI yang isinya menjamin perpanjangan kontrak Karya (KK) sampai 2041, hal ini membuat molornya kesepakatan divestasi meskipun akhirnya saham Freeport resmi diakuisisi oleh Inalum

Selain itu, tambah Djimi beliau berpesan bahwa Pemuda dan Mahasiswa harus selalu berpikiran jernih, Positif dan independen dalam melihat masalah terutama masalah pertambangan.

“Sebagai pemuda dan mahasiswa harus selalu berpikiran jernih,positif dan independen dalam melihat masalah terutama tambang, tinggal beberapa bulan lagi menjelang Pilpres kita harus berbicara melihat data dan fakta, jangan terpancing dengan kampanye singkat di media sosial dan meme.”Tutupnya.(Ir/Ft)

Irfan Darmawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here