Kabarnusantaranews,Makassar;– Walikota dan Wakil Walikota Makassar, Danny Pomanto-Fatmawati telah resmi dilantik, Jum’at (26/2). Pemenang Pilwalkot usungan partai Gerindra dan Nasdem ini dilantik di Rumah Jabatan Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan.

Kader Partai Golkar, H. Nasran Mone mengatakan, bahwa saat ini Kota Makassar membutuhkan pemimpin daerah definitif dalam percepatan penanganan Covid-19 di Makassar.

“Danny-Fatma selaku Walikota dan Wakilnya, pastilah langsung bekerja menata pemerintahan, menata kota dan masyarakat terutama bekerja keras untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ungkap Cakmon sapaan karibnya.

Menurut Cakmon, Partai Gerindra dan Nasdem pastinya ikut ambil bagian dari kerja kerja pemerintahan kota Makassar untuk kepentingan Politik Partai, dan hal itu wajar saja selaku partai pengusung yang memenangkan pilwalkot.

Kendati demikian partai Golkar juga harus pandai pandai berinteraksi secara politik sehingga keterlibatan pada proses perjalanan pemerintahan kota Makassar yang di komandoi DP-Fatma, mendapat manfaat politik yang bisa membawa Partai Golkar bertahan eksis di kota Makassar.

“Dan saya yakin Partai Golkar bisa melakukan dan mengkondisikan sinergitas dgn pemerintah, karna partai Golkar sangat berpengalaman dan tidak pernah menjadi partai oposisi, selalu saja beriringan sejalan dengan pemerintah untuk kepentingan kemakmuran, kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Hanya saja apakah DP-Fatma, ingin membuka ruang ruang kompromi ? mengingat Partai Golkar bukan selaku pengusung pada pilwalkot Makassar dan kemungkinan Partai Gerindra dan Nasdem tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk dapat manfaat politik yang lebih besar di kota Makassar.

“Saya selaku kader Golkar mantan anggota DPRD Makassar 3 periode (15 tahun) menyarankan pada Walikota dan Wakil Walikota yang baru saja dilantik, membuka ruang komunikasi, kompromi, dan saling bersinergitas pada kepentingan membangun kota demi untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Makassar,” cetusnya.

“Partai Golkar memiliki 5 kursi di DPRD kota Makassar, jumlah yang cukup signifikan untuk bisa berinteraksi pluralis, dengan tidak meninggalkan doktrin PDLT Partai Golkar,” tandasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here