Kabarnusantaranews, Makassar;- Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UMI Makassar Dr.Andi Surrahman Batara menanggapi permasalahan yang di alami oleh BPJS Kesehatan hari ini.

Menurutnya, keberhasilan yang diraih hari ini dimana jumlah kepersetaan BPJS dianggap sudah luar biasa dengan jumlah peserta sekitar 200 juta lebih.

“Itu suatu keberhasilan, cuma yang jadi masalah adalah biaya pemanfaatan layanan kesehatan lebih besar dari pada pemasukan BPJS.”Ungkapnya saat ditemui, Senin, 21/10.

Sehingga, lanjutnya, hal itu dianggap membuat BPJS defisit dan mau tidak mau Presiden harus mengambil kebijakan sesegera mungkin untuk menyelamatkan keuangan bpjs karena bpjs bertanggung jawab langsung ke presiden tdk di kementerian.

“Sementara BPJS ini hanya pelaksana bukan regulator atau pembuat kebijakan.Dari total seluruh peserta yang menjadi soal adalah PBPU peserta bukan penerima upah alias peserta Mandiri.”Jelasnya.

Surahman mengatakan, ada dua kemungkinan mereka pengguna BPJS menunggak yaitu mereka tidak mampu atau tidak mau membayar.

“Jika dihitung kemungkinan ada sekitar 17 juta peserta yang menunggak sehingga ini yang harus di selesaikam BPJS dengan dibuatkan regulasi agar mereka membayar.”Terangnya.

“Ada tiga Solusi dalam mengtasi defisit BPJS Kesehatan yaitu ditalangi oleh oemerintah, penyesuaian tarif dan pembatasan manfaat.”Tutupnya.(*)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here