Kabarnusantaranews, Makassar;- Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Bank Indonesia Wilayah Susel melakukan ekpose Perkembangan Ekonomi 2019 dan Outlook 2020 Pemprov Sulsel di Hologram Café, Senin, 28 Oktober 2019.

Dalam ekspose perekonomian Sulsel yang dikemas melalui program Inews TV, Kepala Group Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Wilayah Sulsel, Endang Kurnia Saputra, menyebut pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan sebagai yang paling cantik di Indonesia.

“(Pertumbuhan ekonomi) Sulsel bak gadis cantik, pertumbuhan ekonomi tinggi di angka 7,46 persen berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya mencapai 5,02 persen, dengan inflasi tetap terjaga dan rendah,” sebut Endang Kurnia di sela ekpose pertumbuhan ekonomi Sulsel.

Endang menyebutkan, pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi di Sulsel didukung oleh sektor pertambangan, pertanian, daya beli masyarakat yang cukup tinggi dan belanja pemerintah, yang secara signifikan mendorong investasi di Sulsel.

“Prediksi pertumbuhan ekonomi akan jauh lebih meningkat di triwulan keempat,’ sebut Endang.

Endang menyebutkan, pertumbuhan positif ini didukung utamnaya oleh harga nikel dunia yang terus naik.

“Jepang sebagai negara tujuan ekspor nikel Sulsel mengambil 100 persen nikel dari Sulsel,” terang Endang.

Menyinggung tantangan ekonomi global tahun 2020, Endang mengaku optimis perekonomian Sulsel tetap stabil.

“Inflasi kita cukup rendah, berada di angka 3 persen, kalaupun naik diperkirakan maksimal di angka 4 persen,” sebutnya.

Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel, Devo Khaddafi menyebut tingginya angka pertumbuhan ekonomi Sulsel membuktikan Sulsel telah berada di jalur kebijakan yang tepat.

“Melihat neraca pertumbuhan ekonomi Sulsel merupakan angin segar sekaliigus tantangan, namun membuktikan pondasi ekonomi di Sulsel sudah On The Right track,” sebut Devo.

Devo menyebutkan, tingginya angka pertumbuhan di Sulsel didukung oleh optimalisasi beberapa sektor unggulan di Sulsel. Di antaranya mempermudah perizinan investasi serta pembangunan infrastruktur jalan dan bandara di beberapa wilayah terisolir.

“Pemerintah menjamin kemudahan berinvestasi, tidak ada lagi pelayanan perijinan yg berbelit-belit, tidak mahal, cepat, mudah dan murah,” jelas Devo.

Selain itu, lanjut Kepala Biro Humas yang mengawal tiga Gubernur Sulsel ini, komitmen Pemprov Sulsel dalam membuka akses terpencil untuk membuka sektor ekonomi baru.

“Di tahun depan tidak ada lagi daerah terpencil yang tidak bisa dijangkau, di daerah terpencil yang dibangun ini bisa membuka sektor ekonomi baru,” jelasnya.(*)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here