Kabarnusataranews,Jakarta– PT Bank Sulselbar membukukan laba tahun berjalan setelah pajak bersih senilai Rp262,02 miliar pada Juni 2020 atau naik 2,46% dibandingkan periode sama tahun lalu, Jumat (2/10).

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan pada Harian Bisnis Indonesia, Rabu (30/9/2020), perolehan laba tersebut didorong oleh pendapatan bunga yang tumbuh 8,49%, menjadi Rp1,24 triliun dan pendapatan operasional selain bunga yang tumbuh 146,15% menjadi Rp448,517 miliar.

Selain itu, beban bunga tercatat meningkat tipis sebesar 5,19% menjadi Rp529,2 miliar dan beban operasional selain bunga naik 68% menjadi Rp795,9 miliar.

Meskipun demikian, aset Bank Sulselbar pada paruh pertama 2020 tercatat tetap tumbuh 9,06% menjadi Rp25,68 triliun. Bank Sulselbar berhasil mencatatkan pertumbuhan kredit 2,66% menjadi Rp18,04 triliun. Pertumbuhan kredit tersebut sejalan dengan naiknya pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) sebesar 177,92% menjadi Rp214,87 miliar.

Penghimpunan dana Bank Sulselbar juga mengalami pertumbuhan yakni giro 105,8% menjadi Rp7,37 triliun. Sementara itu, pada paruh pertama 2020, penghimpunan tabungan dan simpanan berjangka masing-masing senilai Rp3,75 triliun dan Rp6,27 triliun.

Rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) berhasil ditekan ke level 1,1% (gross) pada Juni 2020 dari sebelumnya 1,41% (gross) pada Juni 2019. Begitu juga dengan NPL net yang terjaga di level 0,45% pada Juni 2020 dari posisi Juni 2019 yang sebesar 0,58%.

Return on asset (ROA) dan return on equity (ROE) Bank Sulselbar pada 30 Juni 2020 adalah masing-masing sebesar 2,75% dan 15,89%. Net Interest margin (NIM) sebesar 5,88% dan biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) 78,44%.(rls/tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here