Kabar Nusantara News;- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberi peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Gelombang tinggi diperkirakan terjadi Senin (4/2) hingga Kamis (7/2).Makassar (04/02/2019)

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rilis resmi BMKG, Senin (4/2/2019). BMKG menyatakan, kondisi ini akibat adanya pola angin di utara Indonesia umumnya dari arah utara-timur laut dengan kecepatan angin berkisar 4-20 knot. Sedangkan di selatan wilayah Indonesia umumnya dari arah barat-utara kecepatan angin berkisar antara 4-25 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Cina selatan, perairan Kepulauan Sangihe-Kepulauan Talaud, Laut Banda, Perairan Kepulauan Sermata hingga Kepulauan Tanimbar, perairan Kepulauan Kai-Aru, perairan barat Yos Sudarso, Perairan Merauke, dan Laut Arafuru. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di wilayah-wilayah tersebut.

Beberapa wilayah di Indonesia yang berpeluang terkena gelombang air laut sedang antara 1.25-2.50 meter, di antaranya perairan Utara Sabang, perairan Sabang-Banda Aceh, perairan Barat Aceh hingga Barat Lampung, Samudra Hindia Barat Sumatra, Selat Sunda Bagian Selatan, perairan Selatan Jawa Hingga Sumbawa, Selat Bali-Selat Lombok-Selat Alas Bagian Selatan, perairan Selatan Pulau Sumba-Pulau Sawu, perairan Kupang-Pulau Rote.

Lalu Laut Sawu Bagian Selatan, Samudra Hindia Selatan Banten hingga Jawa Tengah, Laut Timor Selatan NTT, Laut Natuna Utara, Perairan Kepulauan Anambas-Kepulauan Natuna, Laut Natuna, Selat Makassar, Laut Sulawesi, perairan Utara Sulawesi, Perairan Bitung-Manado, Laut Maluku, perairan utara Kepulauan Banggai-Kepulauan Sula, perairan timur dan barat Halmahera, Laut Banda bagian Selatan, perairan Kepulauan Sermata Hingga Kepulauan Tanimbar, perairan Kepulauan Kei-Kepulauan Aru, Laut Flores, perairan Utara Papua Barat hingga Papua, dan perairan Amamapere-Agats.

Wilayah yang harus diwaspadai berpeluang akan gelombang tinggi, setinggi 2.50-4.0 meter yaitu Samudra Hindia Selatan Jawa Timur hingga NTB, Perairan Kepulauan Talaud, Perairan Utara Halmahera, Samudra Pasifik Utara Halmahera, Perairan Yos Sudarso, dan Laut Ararufu.

BMKG mengimbau masyarakat memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Untuk Perahu Nelayan dengan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 meter, kapal tongkang dengan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 meter, kapal ferry dengan kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m, kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar dengan kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 meter.

Kepada masyarakat yang berada, beraktivitas, dan tinggal di pesisir wilayah yang berpotensi terkena gelombang akibat pola angin, harus tetap berhati – hati dan waspada.(Detik.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here