Kabar Nusantara News;- Merespon perkembangan gerakan #2019GantiPresiden Ahmad sirajul munir selaku ketua PKC PMII SULSEL mengatalan bahwa ini merupakan gerakan politik yang masif yang dilakukan sekolompok orang yang tidak puas dengan kinerja pemerintah saat ini.Makassar (04/08/2018)

Permasalahan ini pun timbul juga diperkeruh oleh kelompok oposisi yang ingin mengalihkan kekuasaan dan lucunya menggunakan tokoh – tokoh agama, ormas islam dan lainnya.

“Merujuk pada UU NO 7 Tahun 2017 tentang pemilu. Bahwa masa kampanye baru akan dimulai tanggal 23 september 2018 untuk pemilu yang akan di gelar 2019 mendatang.”ujar Uul sapaan akrabnya.

Tetapi apa yang terjadi gerakan deklarasi ini jauh-jauh hari sudah berjalan bahkan tensinya meningkat dan sangat massif terjadi.

Ketua PMII Sulsel ini beranggapan bahwa ini merupakan kampanye bawah tanah, karena gerakan yang dilakukan memprofokasi masyarakat untuk memilih kriteria pemimpin yang sesuai dengan pemikiran mereka. Dan yang sangat getol melakukan kampanye dalam gerakan ini adalah neno warisman.

“Pernyataan-pernyataan neno sangat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa ini. Apalagi di sulsel kondisi saat ini alhamdulillah damai-damai saja, tetapi kami khawatir dengan adanya gerakan ini masyarakat sulsel akan terpecah belah.”tegasnya

Maka dari itu untuk menjaga stabilitas agar masyarakat sulsel tidak terpecah belah dengan gerakan ini ketua PKC PMII sulsel menginstruksikan cabang – cabang se sulsel agar melakukan penolakan terhadap deklarasi ganti presiden di sulawesi selatan.

Dia menambahkan bahwa salah satunya menolak juga kedatangan neno warisman di kota daeng dan akan melakukan mobilisasi untuk memboikot pintu kedatangan bandara dalam rangka menolak kedatangam neno warisman di makassar.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here