Kabar Nusantara News;- Kementerian ESDM menargetkan proses akuisisi saham PT Freeport Indonesia (PTFI) selesai pada bulan ini.Nasional (05/06/2018)

Namun PT Inalum sebagai induk holding BUMN tambang yang diinstruksikan membeli saham PTFI, belum memberikan sinyal positif.

Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin mengakui proses transaksi untum menguasai 51% saham PTFI sangat sulit. Sehingga dia belum bisa menyampaikan kapan transaksi itu bisa tercapai.

“Kalau Freeport mohon doa restunya. Karena deal-nya tidak mudah. Kalau mudah 50 tahun lalu sudah terjadi. Ini transaksi tersulit bagi saya selama jadi bankir,” tuturnya di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Senin (4/6/2018).

Dia menegaskan, dari sisi pendanaan bisa dikatakan sudah hampir rampung. Pihaknya sudah mengantongi komitmen pemberian pinjaman dari 5 bank sindikasi.

“Saya biasanya kalau transaksi kota cari pendanaan setelah dapat komitmen pendanaan baru transaksi. Tapi kalau ini komitmen pendanaannya sudah diperoleh dari konsorsium, sekarang tinggal tunggu transaksinya terjadi. Ini yang membuat transaksi ini unik,” tambahnya.

Selain itu, kerumitan pencapaian transaksi itu lantaran transaksi bukan hanya melibatkan PTFI tapi juga pihak lain yakni Rio Tinto. Perusahaan asal Australia itu memiliki 40% hak partisipasi atau participating interest (PI) di tambang PTFI.

“Itu karena dulu ketika Freeport mau mengembangkan Grassberg, tambang yang jauh lebih besar tidak punya uang. Akhirnya menandatangani PI, artinya 40% hasil tambang untum Rio Tinto,” terangnya.

Nah untuk mencapai 51% secara utuh, Inalum harus membeli 40% PI milik Rio Tinto. Kemudian dikonversikan menjadi kepemilikan saham PTFI dan digabungkan dari pembelian saham dari Freeport-McMoRan (FCX).

Meski begitu, Budi menegaskan bahwa progres transaksi sudah mencapai tahap yang signifikan. Sayangnya dia tidak bisa menjelaskannya lantaran telah menandatangani non disclosure agreement.

“Kalau saya ngomong saya masuk penjara. Tapi buat kami yang penting transaksinya benar dari pada terburu-buru tapi tidak bagus,” tutupnya.

Valuasi Ditarget Kelar Lebaran
Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan, proses valuasi atau penilaian saham dari hak partisipasi Rio Tinto akan selesai usai Lebaran.

“Nanti habis Lebaran,” kata dia kepada awak media saat buka bersama di Kementerian BUMN, Senin (4/6/2018).

Saat ini, PT Inalum (Persero) masih melakukan negosiasi untuk membeli 40% hak partisipasi atau participating interest (PI) yang dimiliki Rio Tinto di tambang Grasberg.

Nantinya, hak partisipasi tersebut bakal dikonversi menjadi saham PTFI. Setelah dikonversi, saham tersebut digabung dengan saham yang akan dibeli pemerintah dari Freeport-McMoRan (FCX).(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here