Kabar Nusantara News;- Program bagi-bagi Kendaraan Dinas (randis) berupa Mobil Avanza oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) kepada seluruh Kepala Desa Luwu Timur mendapat tanggapan dari Direktur Eksekutif Gerakan Taat Regulasi (GETAR-INDONESIA) Sulawesi Selatan Herman,SH.Makassar (07/12/2018)

Herman yang juga adalah putera daerah tersebut menilai bahwa alokasi anggaran yang diperuntukkan untuk mobil randis para kades itu sangat tidak tepat sasaran mengingat kondisi prioritas kebutuhan masyarakat Lutim.

“Masih banyak kebutuhan dan hak dasar warga Lutim yang harus diperhatikan pemerintah. Bagi-bagi mobil ke para kades itu tidak tepat sasaran dan terkesan sebagai jurus menutupi wajah kelam masyarakatnya”. Tegas mahasiswa Program Magister Hukum UMI Makassar itu.

Herman juga menambahkan bahwa sumber daya alam melimpah yang menyokong PAD besar harusnya dapat dinikmati oleh warga Lutim khususnya warga tergolong kurang mampu.

Terlintas di penglihatan kita dan juga dimuat di beberapa media, masih banyak warga yang sulit mengakses kebutuhan dan hak dasarnya. Warganya tidak bisa sekolah karena tidak punya seragam itu merupakan catatan buruk bagi pemerintah. Akses pendidikan, kesehatan dan hak dasar lainnya itu adalah tanggungjawab pemerintah untuk memenuhinya.

“Kita ingatkan Pak Bupati dan Kadis DPMD Lutim untuk lebih peka melihat kondisi dan kebutuhan masyarakatnya. Alokasi anggaran harus berdasarkan skala prioritas apa yang mendesak untuk kebutuhan kesejahteraan masyarakat. Jika tidak seperti itu, Luwu Timur ini hanya terlihat sejahtera di bungkusannya.” Tutupnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here